TENGGARONG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan sistem parkir digital, di kawasan Tangga Arung Square. Langkah ini diambil untuk memberikan kenyamanan bagi pedagang, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayyid Fathullah, menanggapi keluhan terkait pedagang yang masih ditarik retribusi parkir berkali-kali, saat keluar-masuk kawasan Tangga Arung Square. Ia menegaskan bahwa ke depannya, para pedagang akan diberikan fasilitas khusus agar lebih efisien.
”Untuk Pedagang sendiri gratis, nanti ada dibuatkan kartu khusus, kartu akses khusus, dan mereka bolak-balik asal ada kartu khusus itu mereka bayarnya cuma satu kali,” ungkap Sayyid Fathullah, pada Jumat (6/2/2026).
Terkait adanya insiden pedagang yang masih dimintai bayaran saat ini, ia menjelaskan bahwa hal tersebut dikarenakan kartu akses masih dalam proses pembuatan.
“Mungkin karena belum ada kartunya, bisa jadi kan. Ini kan baru dicetak, kartu kan tidak bisa langsung jadi kartu. Perlu proses, ada barcode-nya khusus, perlu kesabaran,” tambahnya.
Penerapan tarif parkir untuk kawasan Tangga Arung Square mengacu pada regulasi terbaru, yakni Perda Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dengan ketentuan tarif untuk kendaraan roda 2 (motor) sebesar Rp2.000 dan kendaraan roda 4 (mobil) sebesar Rp3.000 sekali parkir.
Sayyid Fathullah juga mengungkapkan perbedaan signifikan antara penggunaan sistem mesin digital, dengan sistem karcis manual yang digunakan di masa lalu. Menurutnya, sistem manual sangat rentan terhadap kebocoran anggaran.
”Beda dulu kalau pakai karcis parkir. Bocornya sana-sini, 70-80 persen bocor. Kalau kita pakai mesin ini kan tercatat dengan baik,” ungkapnya.
Keberhasilan sistem baru ini mulai terlihat di Pasar Mangkurawang. Dalam kurun waktu hanya 20 hari, pengelolaan parkir berbasis mesin tersebut telah mencatatkan angka yang meningkat.
”Untuk 20 hari ini di Pasar Mangkurawang itu sudah sekitar Rp14 jutaan nanti PAD yang akan disumbangkan ke daerah setiap bulan. Di Tenggarong juga sudah melalui peningkatan penerimaan di sektor parkir,” ujarnya.
Dengan adanya sistem yang dikelola bersama mitra ini, diharapkan penerimaan sektor parkir terus meningkat signifikan seiring dengan perbaikan pelayanan bagi para pedagang dan pengunjung pasar.
Penulis : Shavira Ramadhanita



