Porprov Kaltim VIII Terancam Mundur, Kukar Klaim Kesiapan Atlet Sudah Capai 70 Persen

TENGGARONG – Rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada November 2026, berpotensi mengalami penundaan. Sejumlah daerah di Kaltim disebut belum siap dari sisi anggaran untuk mengikuti ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Isu penundaan itu mengemuka dalam rapat koordinasi Dinas Pemuda dan Olahraga se-Kaltim bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim yang digelar di Samarinda. Dalam pertemuan tersebut, mayoritas kabupaten dan kota mengusulkan agar pelaksanaan Porprov digeser ke tahun 2027.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar), Dery Warhana, mengatakan wacana tersebut muncul karena keterbatasan anggaran di sejumlah daerah yang harus menyiapkan kebutuhan kontingen hingga perlengkapan atlet.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan tetap siap mengikuti ajang olahraga tersebut, baik jika dilaksanakan pada 2026 maupun ditunda hingga 2027.

“Kalau Kukar Alhamdulillah tetap konsisten karena kita sudah menganggarkan untuk keikutsertaan dan pembelian peralatan atlet. Dari sisi kesiapan itu kita sudah sekitar 70 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keputusan final mengenai jadwal pelaksanaan Porprov sepenuhnya berada di tangan Panitia Besar (PB) Porprov Kaltim setelah mempertimbangkan berbagai masukan dari pemerintah kabupaten dan kota.

Dispora Kukar bersama KONI Kukar saat ini juga tengah merampungkan pemetaan kebutuhan perlengkapan atlet yang akan digunakan dalam ajang tersebut. Proses ekspose kebutuhan peralatan bahkan hampir selesai sebagai dasar pengadaan.

“Hari ini sepertinya terakhir kita melakukan ekspose kebutuhan peralatan. Nanti itu yang akan menjadi dasar pembelian barang untuk digunakan para atlet yang bertanding,” jelasnya.

Apabila Porprov tetap digelar pada November 2026, Kukar memastikan kontingen sudah siap mengikuti seluruh rangkaian pertandingan. Namun jika pelaksanaannya bergeser ke 2027, maka sejumlah agenda olahraga lainnya kemungkinan juga akan mengalami penyesuaian.

Selain itu, Dispora Kukar juga berencana berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk membahas pemanfaatan anggaran yang telah dialokasikan pada tahun ini apabila penundaan benar-benar terjadi.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memaksimalkan anggaran yang ada untuk pengadaan peralatan atlet agar kualitas perlengkapan yang digunakan dapat lebih optimal.

“Kalau memang ditunda, tidak menutup kemungkinan kita lakukan ekspose ulang supaya peralatan yang dibeli bisa lebih maksimal dan benar-benar mendukung atlet,” katanya.

Secara keseluruhan, Pemkab Kukar telah menyiapkan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk mendukung partisipasi kontingen daerah dalam Porprov Kaltim VIII.

Dery menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada para atlet agar dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama Kutai Kartanegara di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. (RK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.