TENGGARONG – Pemerintah Desa (Pemdes) Kerta Buana menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Dharma Santi, yang digelar di Desa Kerta Buana. Acara ini menjadi puncak rangkaian Hari Raya Nyepi yang berlangsung di Desa Kerta Buana.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), bupati Kutai Kartanegara (Kukar), perwakilan Pembimas Hindu, serta jajaran pengurus PHDI Provinsi Kaltim dan PHDI Kukar.
Kepala Desa Kerta Buana, I Dewa Ketut Adi Basuki, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kerja pemerintah desa, yang didanai melalui dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) desa. Serta mendapatkan dukungan tambahan dari para donatur.
”Dengan adanya dukungan tersebut, pelaksanaan Dharma Santi pada malam hari ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap I Dewa Ketut Adi Basuki.
Dharma Santi sendiri merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Nyepi. Sebelumnya, umat Hindu di Desa Kerta Buana telah melaksanakan berbagai rangkaian ritual. Mulai dari Melasti, Pawai Ogoh-ogoh, hingga pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
Secara filosofis, Dharma Santi memiliki makna mendalam sebagai momentum untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga. Tradisi ini sering dianalogikan serupa dengan tradisi Halal Bihalal, yang dilakukan oleh umat beragama lain.
Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi



