Naikkan Insentif Hingga Beasiswa PTN, Upaya Pemkab Kukar Tangani Krisis Dokter di Tabang 

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kini tengah menempuh langkah untuk mengatasi persoalan kelangkaan tenaga dokter di wilayah terpencil. Khususnya di Kecamatan Tabang.

Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang. Ini dilakukan guna memastikan hak kesehatan masyarakat terpenuhi.

“Kami masih berusaha untuk mencari dokter yang bisa kita tugaskan di Puskesmas Tabang sana,” ungkap Bupati dr Aulia.

Faktor kendala utama sulitnya mendatangkan dokter ke wilayah pelosok adalah masalah kesejahteraan dan jarak. Sehingga Bupati dr Aulia mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah sedang merevisi aturan terkait finansial.

“Hari ini salah satu upaya yang kita lakukan adalah kita merevisi Peraturan Bupati terkait dengan insentif dokter non ASN untuk menaikkan pembiayaannya,” tambahnya.

Menurut Bupati Kukar, rendahnya minat dokter bertugas di daerah jauh sering kali dipicu oleh ketidakseimbangan antara beban kerja dan pendapatan. Meskipun secara angka gaji di daerah terlihat tinggi, namun jika dibandingkan dengan effort atau perjuangan petugas yang harus menempuh jarak jauh, jumlah tersebut sering dianggap tidak memadai.

“Bayangkan orang sudah kuliah kedokteran 6-7 tahun, mereka bertugas di daerah yang agak jauh dengan pembiayaan yang sedikit kurang memadai. Inilah yang menjadi tantangan kita sekarang,” lanjutnya.

Dalam visi jangka panjangnya, dr Aulia menekankan pentingnya putra daerah untuk membangun tanah kelahirannya sendiri. Ia mencerminkan pada keberhasilan wilayah Muara Muntai dan Kota Bangun yang kini tidak lagi kekurangan dokter karena diisi oleh anak daerah setempat.

“Saya selalu sampaikan, jangan berharap permasalahan dokter di Tabang itu selesai kalau bukan anak Tabang yang menjadi dokter,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Kukar telah menjalin kolaborasi dengan sektor swasta dan akademisi. Beasiswa Bayan Group kini tengah digerakkan guna menginisiasi beasiswa khusus bagi anak-anak Tabang, agar bisa menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran.

“Tak hanya itu kerja sama Unhas dan Unmul, mendapatkan goodwill atau lampu hijau dari Universitas Hasanuddin dan Universitas Mulawarman untuk menerima calon mahasiswa dari pelosok Kukar melalui jalur khusus,” ujarnya.

Meski posisi dokter di Tabang saat ini masih dalam proses pencarian, Bupati dr Aulia menjamin pelayanan kesehatan primer tidak akan lumpuh. Dinas Kesehatan telah menyiagakan perawat terlatih yang terhubung langsung dengan dokter melalui teknologi.

“Proses layanan tetap kita pastikan berjalan karena dilakukan telemedicine. Artinya, perawat terlatih yang memeriksa pasien, akan tetapi beliau dimonitoring oleh dokter yang ada terdekat dengan daerah Tabang,” tegasnya.

Ia memberikan sinyal hijau bagi para tenaga medis di luar sana yang memiliki jiwa pengabdian untuk segera bergabung. Beliau menjanjikan proses administrasi yang cepat bagi dokter yang berminat.

“Melalui kesempatan ini, siapa tau ada dokter yang mau bertugas di sana. Kalau ada, segera langsung kita gas, langsung kita buatkan kontrak,” tutupnya.

Penulis : Shavira Ramadhanita

Editor : Afi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.