TENGGARONG – Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) siap menghadapi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok, mendekati bulan suci Ramadan, yang saat ini diperkuat oleh tim pengendalian inflasi.
Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa strategi pengendalian inflasi terus dijalankan secara intensif. Langkah ini mencakup pemantauan harga secara berkala di pasar-pasar, serta menjalin sinergi erat dengan Bank Indonesia untuk memitigasi berbagai kendala distribusi bahan pokok.
Menurutnya, permasalahan bahan pokok ini tidak bisa hanya dilihat dari daerah konsumen saja, melainkan harus dipantau hingga ke sisi produsen. Ia mencontohkan bagaimana faktor eksternal seperti kondisi alam sangat memengaruhi stabilitas harga di pasar lokal.
”Misalnya, ketika gelombang laut tinggi, distribusi bawang dari luar daerah terganggu sehingga harga meningkat,” ungkap dr Aulia.
Sebagai solusi jangka panjang untuk memutus ketergantungan pasokan dari luar daerah, Pemkab Kukar memperkenalkan konsep Koperasi Merah Putih dengan pendekatan new economic progressive.
Melalui konsep tersebut, diharapkan komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat, dapat diproduksi secara mandiri khususnya di Kabupaten Kukar. Program tersebut akan difokuskan pada pengembangan komoditas-komoditas yang memiliki potensi besar.
“Untuk dibudidayakan secara lokal, sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga tanpa terpengaruh gangguan distribusi logistik antar pulau,” tutup Bupati dr Aulia.
Penulis : Shavira Ramadhanita



