Konflik Iran dan AS-Israel, Jamaah Umrah Asal Kukar di Arab Saudi Dipastikan Masih Aman

TENGGARONG – Kondisi dan keberadaan jemaah umrah asal Indonesia dipastikan aman. Ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kutai Kartanegara (Kukar), Norjali Achmad. Hal ini merespons kekhawatiran terkait gangguan keamanan dan penutupan bandara di wilayah transit, khususnya di Dubai.

Norjali menegaskan meskipun terjadi gangguan di wilayah luar Arab Saudi, aktivitas ibadah di dua kota suci Makkah dan Madinah tetap berjalan normal.

“Yang jelas mereka di sana untuk informasi saat ini aman. Aman semua, belum ada kendala. Karena mereka belum saatnya pulang, gangguan berupa serangan bom dilaporkan terjadi di Dubai, namun tidak berdampak langsung pada wilayah Jeddah maupun Madinah,” ungkap Norjali, pada Senin (2/3/2026).

Pihak Kemenag Kukar telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama Pusat dan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Sesuai arahan, Konsulat Jenderal RI di Arab Saudi akan bertanggung jawab penuh, jika terjadi kendala jadwal kepulangan.

“Seandainya terjadi nanti penambahan waktu, misalnya 2 atau 3 hari karena terkendala di bandara, itu sudah akan di-handle oleh konsulat. Insya Allah skemanya mudah-mudahan tidak masalah,” jelasnya.

Terkait jumlah pasti jemaah yang masih berada di sana, pihak Kemenag Kukar masih melakukan pendataan melalui grup-grup travel. Berdasarkan catatan pembinaan terakhir, terdapat sekitar 60 jemaah yang berangkat pada Kamis (26/2/2026), untuk mengejar momen Nuzulul Qur’an 17 Ramadan.

Namun, sebagai langkah antisipasi, Norjali telah mengeluarkan instruksi kepada pihak travel untuk menahan keberangkatan jemaah baru.

“Kami informasikan untuk saat ini di grup-grup travel bahwa mereka untuk menahan dulu untuk keberangkatan. Bahkan ada yang tertahan di Singapura dan Malaysia karena menggunakan maskapai transit,” ujarnya.

Mengingat izin operasional travel umrah berada di tingkat provinsi, Norjali Achmad mengimbau agar para jamaah dan keluarga di tanah air tetap tenang.

“Harapan dari Pak Menteri dan Pak Wakil Menteri, jemaah supaya tenang. Percayakan kepada pemerintah untuk dapat mengatasi kepulangan mereka. Kami juga terus pantau, mudah-mudahan perang tidak melebar,” tutupnya.

Penulis: Shavira Ramadhanita

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.