TENGGARONG – Kelapa sawit terus menjadi komoditas unggulan di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Tidak hanya sebagai penggerak ekonomi daerah, tetapi juga sumber penghidupan bagi ribuan petani rakyat. Perkembangan sawit di Kukar berjalan melalui dua jalur utama perkebunan rakyat dan Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang saling mendukung.
“Peran petani dan perusahaan sama-sama penting dalam membangun ekosistem sawit yang seimbang, berbasis masyarakat, namun tetap terbuka pada investasi. ” ungkap Sekretaris Dinas Perkebunan Kukar, Muhammad Taufik Rahmani.
Banyak petani mengelola lahan sendiri secara mandiri, dengan sebagian kecil menerima bantuan pemerintah. Dengan usia tanaman sekitar 3-4 tahun, petani sudah bisa panen hasil, menjadikan sawit pilihan menarik bagi pekebun.
Dinas Perkebunan juga memberikan berbagai bantuan, mulai bibit unggul, pelatihan teknis, hingga pembentukan kelompok tani agar petani lebih berdaya saing dan paham agribisnis modern. “Kami dorong petani untuk naik kelas, kuat di hulu maupun pengelolaan hasil,” tambahnya.
Pemkab Kukar juga menekankan pentingnya pengelolaan sawit berkelanjutan, dengan menjaga kawasan lindung dan mendukung praktik ramah lingkungan. Agar pertumbuhan ekonomi tidak merusak alam dan manfaatnya dapat dirasakan generasi mendatang.
“Keberlanjutan adalah kunci agar sawit membawa manfaat jangka panjang, ” tutupnya. (ADV)
Penulis : Shavira Ramadhanita



