Investor Kian Ramai Masuk IKN Hingga Triliunan, OIKN Sebut Perputaran Ekonomi Mulai Terbentuk

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan geliat investasi di kawasan calon pusat pemerintahan baru terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan 2026, nilai komitmen investasi yang masuk tercatat telah mencapai puluhan triliun rupiah, ditopang sektor swasta domestik maupun investor mancanegara.

Masuknya berbagai pelaku usaha ke IKN dinilai menjadi indikator bahwa pembangunan kawasan Nusantara tidak hanya berjalan pada sisi infrastruktur, tetapi juga mulai membentuk aktivitas ekonomi baru.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, mengatakan perkembangan investasi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem kota yang berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada gedung pemerintahan, melainkan juga pembentukan kawasan hunian, layanan publik, pusat usaha, hingga ruang aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pembangunan Nusantara dilakukan secara bertahap dengan membangun ekosistem kota yang hidup, mulai dari hunian, layanan, aktivitas usaha sampai kebutuhan masyarakat sehari-hari,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Data Otorita IKN mencatat, total estimasi investasi yang telah berproses mencapai sekitar Rp72,39 triliun. Nilai tersebut terdiri dari investasi sektor swasta serta dukungan pembangunan fasilitas publik dan penugasan kementerian/lembaga pemerintah.

Kontribusi terbesar berasal dari investasi swasta dengan puluhan kesepakatan kerja sama yang telah terjalin bersama berbagai perusahaan nasional maupun internasional.

Sejumlah investor asing dari beberapa negara juga mulai terlibat dalam pengembangan kawasan, di antaranya dari Asia Timur, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara. Kehadiran mereka tersebar di berbagai sektor seperti pembangunan hunian, energi, akomodasi, fasilitas komersial hingga sarana olahraga.

Seiring pertumbuhan investasi, aktivitas ekonomi di sekitar kawasan Nusantara juga mulai berkembang. Berbagai usaha penunjang kebutuhan harian seperti makanan, minuman, hingga layanan komersial perlahan bermunculan untuk melayani pekerja konstruksi, aparatur, maupun pengunjung.

Beberapa merek usaha nasional diketahui telah membuka gerai di kawasan IKN, sementara sejumlah proyek properti dan kawasan bisnis lainnya tengah memasuki tahap pengembangan.
Troy menilai terbentuknya layanan dasar dan aktivitas ekonomi menjadi tanda bahwa kawasan IKN mulai bergerak menuju fungsi kota yang lebih hidup.

“Ketika layanan publik, hunian, energi dan aktivitas ekonomi mulai berjalan, itu menunjukkan kehidupan kota mulai terbentuk,” katanya.

Otorita IKN optimistis masuknya investasi baru akan terus meningkat seiring percepatan pembangunan dan terbentuknya infrastruktur pendukung di kawasan ibu kota baru tersebut. (RK/Rls)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.