TENGGARONG – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tangga Arung Square, pada Kamis (30/4/2026). Didampingi kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, sidak ini bertujuan untuk memastikan proyek tersebut berjalan sesuai rencana dan benar-benar berpihak pada kepentingan pedagang.
Ahmad Yani mengungkapkan bahwa langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari aspirasi para pedagang, yang sebelumnya telah menyampaikan aspirasi mereka ke kantor legislatif.
“Pedagang pasar kemarin juga datang ke DPRD, Ya tentu kan kita sikapi semua, karena membangun pasar ini kan menggunakan uang rakyat, uang rakyat itu hampir setengah triliun, Rp500 miliaran, dan itu bukan uang kecil,” ungkap Ahmad Yani.
Ia juga menekankan bahwa prioritas utama dari proyek btersebut adalah kemajuan ekonomi masyarakat, bukan sekadar penyerapan anggaran atau mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara instan.
“Kita harap dengan terbangunnya pasar, perekonomian maju berkembang di sini, semuanya, bukan berarti pemerintah cari untung karena sudah membangun, tidak,” tambahnya.
Ahmad Yani meminta agar seluruh fasilitas yang telah dibangun, baik berupa kios maupun lapak, tidak ada yang dibiarkan kosong. Menurutnya, ekosistem bisnis harus terbentuk terlebih dahulu sebelum pemerintah mulai memikirkan profit atau kontribusi terhadap daerah.
“Semuanya harus terisi full, terkait dengan misalnya tempat jualan, kios lapak, itu harus terisi. Dan semua di situ ada bisnis. Nah ketika itu berkembang, maju dan semua dimanfaatkan, ya saya rasa pemerintah baru bisa berbisnis di situ. Berapa yang menjadi PAD kita,” jelasnya.
Ia memperingatan agar tidak terburu-buru menarik retribusi jika kondisi pasar belum stabil. “Tapi kalau belum maju, belum berkembang, jangan dulu. Karena itu kami pastikan,” tutupnya.
Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi



