Hasil Patungan, Warga RT 12 Loa Kulu Kota Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

TENGGARONG – Kekecewaan warga Desa Loa Kulu Kota terhadap lambatnya perbaikan infrastruktur oleh pemerintah provinsi, akhirnya memuncak. Para warga RT 12 Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, menggelar aksi gotong-royong memperbaiki kerusakan di ruas jalan milik Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim). Tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, pada Minggu (29/3/2026).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat warga, terhadap kondisi jalan yang semakin membahayakan pengguna jalan. Kerusakan jalan yang berlokasi di dekat SPBU Loa Kulu Kota ini, telah berlangsung cukup lama. Yakni sekitar awal bulan Ramadan lalu. Namun sebelumnya sudah diperbaiki dan kembali rusak, akibat pengaspalan yang cukup tipis.

Salah satu warga RT 12, Andriyanto, yang turun langsung dalam aksi tersebut, mengungkapkan bahwa penyebab utama kerusakan akibat luapan air dari gunung yang tidak tertampung akibat ketiadaan daya resap. Sehingga air menggenang di badan jalan.

“Akibat tidak adanya tempat penyerapan lama-kelamaan berlubang, jadi lubangnya sudah mencapai berapa senti ke dalam. Untuk jarak rusaknya itu antara 20-30 meter. Ini sangat mengganggu aktivitas dan membahayakan kendaraan roda dua, terutama ibu-ibu dan anak sekolah,” ungkap Andriyanto.

Aksi gotong royong ini melibatkan sekitar 20-30 warga RT 12 dan mendapat dukungan dari Babinsa Desa Loa Kulu Kota, serta anggota Polsek Loa Kulu untuk turut membantu kelancaran perbaikan dan pengaturan lalu lintas.

Mengenai pembiayaan perbaikan jalan ini bersumber dari dana sumbangan warga yang terkumpul mencapai total keseluruhan Rp5.650.000. Termasuk material berupa 10 sak semen seharga Rp650 ribu, satu ret batu koral senilai Rp1,1 juta, satu ret pasir, serta cairan pengeras semen.

“Kami juga ada meminta sumbangan pakai kotak, ke kendaraan-kendaraan yang melintas,” tambahnya.

Jalan Jenderal Sudirman merupakan jalan poros utama yang menghubungkan Tenggarong-Samarinda. Meski sempat diperbaiki dengan pengaspalan tahun lalu, warga menyayangkan kualitas perbaikan yang dinilai terlalu tipis sehingga jalan kembali berlubang dalam hitungan bulan.

“Untuk perbaikan ini sudah sampai koordinasi ke provinsi, cuma tindak lanjutnya belum sampai ke sini,” ujarnya.

Melalui aksi gotong royong ini, warga berharap pemerintah segera hadir memberikan solusi jangka panjang. “Harapan kami jalan ini bisa mulus kembali, apalagi ini jalan provinsi yang dilalui banyak kendaraan bertonase besar. Kami ingin pemerintah hadir melihat kondisi ini dan memberikan perbaikan jangka panjang,” tutup Andriyanto.

Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.