TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mencatatkan sejarah baru dalam sistem tata kelola birokrasi. Untuk pertama kalinya, mekanisme manajemen talenta digunakan dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Hal ini terungkap saat Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat melantik 16 pejabat di Pendopo Odah Etam Tenggarong, pada Jumat (8/5/2026).
Sebanyak 16 pejabat yang dilantik terdiri dari 15 pejabat struktural (eselon II, III, dan IV) serta 1 pejabat fungsional. Prosesi ini turut dihadiri oleh ketua DPRD Kukar, sekkab Kukar, Dandim 0906/Kukar, kepala Kantor Kemenag, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkab Kukar.
Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, menekankan bahwa pelantikan kali ini terasa berbeda karena implementasi manajemen talenta. Dua jabatan strategis, yakni kepala Dinas Kesehatan Kukar dan Direktur RSUD AM Parikesit, merupakan produk pertama dari sistem ini.
“Kita ingin memastikan mereka yang masuk tahap wawancara memiliki rekam jejak dan kompetensi yang sesuai,” ungkap dr Aulia.
Ia menambahkan bahwa sistem yang terintegrasi dengan BKN ini, memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh ASN untuk mengembangkan karier secara transparan.
“Dari 18 jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang kosong, saat ini baru 2 yang terisi, dan 16 posisi lainnya akan segera diisi dengan mekanisme serupa,” tambahnya.
Berikut nama pejabat yang diambil sumpahnya, yakni :
1. Mauritz Silalahi sebagai Direktur RSUD AM Parikesit Kukar,
2. Ismi Mufiddah sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kukar,
3. Muhammad Iryanto sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kukar,
4. Slamet Hadiraharjo sebagai Jabatan di Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) Kukar,
5. Erry Suparjan sebagai Sekretaris Camat Kota Bangun,
6. Ahmad Husaeni sebagai Sekretaris Camat Kota Bangun Darat,
7. Andri Wirawan sebagai Sekretaris Camat Samboja,
8. Yulius Rahman sebagai Kabid Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kukar,
9. Antoni Kusbiantoro sebagai Kabid Perencanaan Perekonomian dan SDA Bappeda Kukar,
10. Gondo Sulistiowati sebagai Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar,
11. Imama Safaria sebagai Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar,
12. Aji Gazali Rahman sebagai Kabid Pengembangan dan Pembenihan Disbun Kukar,
13. Iwan Hermawan sebagai Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar,
14. Ediyana sebagai Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kota Bangun Darat,
15. Fatmawati sebagai Kasi Kesejahteraan Sosial Muara Jawa,
16. M Ridwan sebagai Analis SDM Aparatur Ahli Muda BKPSDM Kukar.
Selain memberikan apresiasi, dr Aulia juga memberikan peringatan tegas terkait integritas dan kinerja. Ia menjamin bahwa kenaikan jabatan di masa kepemimpinannya tidak dipungut biaya atau kompensasi apa pun, melainkan murni didasarkan pada pengabdian.
“Waktu kami mengabdi sangat sempit, tersisa sekitar empat tahun lagi. Tidak ada waktu untuk bermalas-malasan. Jika Bapak dan Ibu tidak sanggup menjabat, silakan angkat tangan dan mengundurkan diri,” tegasnya.
Ia pun berpesan agar para pejabat, terutama yang bertugas di wilayah kecamatan, untuk lebih sering turun ke masyarakat. Menurutnya, masyarakat saat ini tidak hanya menunggu hasil, tetapi ingin melihat langsung kerja nyata pemerintah di lapangan.
“Jangan menjadi beban bagi organisasi. Tugas kita sekarang adalah melayani masyarakat karena ekspektasi publik terhadap kerja pemerintah sudah jauh berbeda dibandingkan masa lalu,” tutupnya.
Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor: Afi



