TENGGARONG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan upaya pembenahan dan perbaikan prasarana jalan raya. Tahun 2026 ini, Dishub Kukar berencana memasang Traffic Light di 6 titik serta menargetkan pemasangan lampu sekitar 5.000-6.000 titik Lampu Penerangan Jalan Umum di sejumlah kecamatan.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, mengungkapkan bahwa pemasangan traffic light ini dilakukan berdasarkan hasil simulasi rekayasa lalu lintas yang telah dilaksanakan. Salah satu titik yang menjadi perhatian area di sekitar Jembatan Kedaton Agung.
“Tahun ini kita rencanakan untuk dipasang traffic light, ada sekitar 6 titik, karena sudah kita lakukan simulasi rekayasa lalu lintas. Memang di sana dibutuhkan,” ungkap Ahmad Junaidi.
Langkah ini diambil untuk memperjelas rekayasa jalan, terutama di jalur satu arah yang sering dilanggar oleh pengendara. Seperti jalur dari Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman menuju arah Pasar Tangga Arung Square. Selama ini, meski sudah ada pelang larangan melintas, pelanggaran masih kerap terjadi.
Untuk meningkatkan efektivitas, traffic light yang dipasang nantinya akan dilengkapi dengan kamera CCTV. “Untuk beberapa traffic light kita itu ada CCTV. Kelihatan bagi siapa saja yang melanggar. Nanti dengan adanya traffic light, itu memperjelas rekayasa jalan di sana,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Dishub Kukar akan bersinergi dengan pihak kepolisian. Dishub bertanggung jawab pada penyediaan prasarana dan rambu-rambu, sementara penindakan hukum terhadap pelanggar akan dilakukan oleh personil Polres Kukar.
Selain lampu lalu lintas, Ahmad Junaidi juga mengungkapkan terkait rencana besar terhadap LPJU. Saat ini, masih banyak jalan kabupaten yang belum memiliki penerangan memadai. Dari total 177 km jalan poros dari Kota Bangun menuju Tabang, baru sekitar 10 km yang sudah terpasang lampu.
“Sudah jalannya rusak, gelap lagi, paling tidak sambil menunggu perbaikan jalan, kondisi jalan agak terang,” ujarnya.
Tahun ini, Dishub Kukar menargetkan pemasangan sekitar 5.000-6.000 titik lampu dengan estimasi anggaran hingga Rp2 miliar per titik (tergantung spesifikasi lokasi). Prioritas utama pembangunan akan diarahkan ke wilayah hulu, meliputi Kecamatan Kota Bangun, Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang.
Kemudian Kecamatan Muara Kaman dan Muara Muntai. Serta wilayah penyangga seperti Loa Kulu, Loa Janan, Tenggarong Seberang, hingga Muara Jawa.
“Kita ingin ada pemerataan. Tapi prioritas untuk sekarang ini di daerah hulu, terutama jalan poros. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada pengurangan anggaran sehingga rencana ini berjalan lancar,” tutupnya.
Penulis: Shavira Ramadhanita



