Disdikbud Kukar Siapkan Muatan Sejarah Lokal, Kisah Sultan AM Idris akan Diajarkan di Sekolah

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyusun penguatan pendidikan berbasis sejarah daerah, dengan memasukkan kisah perjuangan Sultan Aji Muhammad Idris ke lingkungan sekolah. Materi tersebut dirancang menjadi bagian pembelajaran untuk menanamkan pemahaman sejarah lokal sekaligus membangun karakter generasi muda.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar tengah menyiapkan bahan ajar khusus mengenai perjalanan hidup dan perjuangan Sultan Aji Muhammad Idris, yang nantinya akan diterapkan di satuan pendidikan mulai dari usia dini hingga sekolah menengah pertama.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan langkah tersebut dilakukan agar pelajar di Kukar tidak hanya memahami sejarah nasional, tetapi juga mengenal tokoh besar dari daerah sendiri yang memiliki kontribusi dalam perjuangan Nusantara.

Menurutnya, pengenalan sejarah lokal menjadi penting di tengah perkembangan zaman yang membuat generasi muda semakin jauh dari akar budaya dan tokoh sejarah daerah.

“Anak-anak kita perlu mengenal tokoh daerahnya sendiri, termasuk nilai perjuangan dan semangat yang diwariskan. Ini penting untuk membentuk karakter sekaligus rasa memiliki terhadap sejarah Kukar,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Heriansyah menjelaskan materi pembelajaran akan disusun dengan pendekatan berbeda sesuai jenjang pendidikan. Untuk peserta didik usia dini, pengenalan tokoh Sultan Aji Muhammad Idris akan dikemas lebih sederhana melalui media visual dan cerita bergambar agar mudah dipahami.

Sementara pada tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, materi akan dimasukkan dalam pembelajaran muatan lokal yang telah memiliki dasar regulasi di daerah.

“Pendekatannya tentu menyesuaikan usia anak. Kalau untuk usia dini lebih banyak visual, sedangkan tingkat SD dan SMP bisa lebih mendalam melalui materi pembelajaran,” jelasnya.

Sultan Aji Muhammad Idris sendiri dikenal sebagai tokoh penting Kesultanan Kutai Kartanegara yang memperoleh gelar Pahlawan Nasional pada 2021, sekaligus menjadi tokoh pertama asal Kalimantan Timur yang mendapat penghargaan tersebut.

Dalam catatan sejarah, Sultan Aji Muhammad Idris dikenal karena keberaniannya meninggalkan kedudukan sebagai pemimpin kerajaan untuk ikut terlibat dalam perjuangan melawan penjajahan bersama pejuang Sulawesi, Lamaddukelleng.

Nilai pengorbanan, keberanian, dan semangat persatuan yang dimiliki tokoh tersebut dinilai relevan ditanamkan kepada generasi muda Kukar, terlebih di tengah perubahan sosial dan pembangunan kawasan strategis nasional di Kalimantan Timur (Kaltim).

Pemkab Kukar berharap penguatan sejarah lokal melalui pendidikan dapat memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan rasa cinta daerah di kalangan pelajar. (RK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.