Bupati Kukar Targetkan NRW Tirta Mahakam Turun ke Standar 25 Persen

TENGGARONG – Dalam peringati HUT ke-34 Perumda Air Minum Tirta Mahakam, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr Aulia Rahman Basri, memberikan apresiasi atas kinerja positif perusahaan daerah. Namun juga menyodorkan instruksi tegas untuk mengatasi masalah krusial.

Perusahaan tersebut mencatat tren peningkatan dalam jangkauan layanan air bersih bagi warga Kukar sejak awal tahun 2026. Termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, tingkat Non-Revenue Water (NRW) masih tinggi di angka 40 persen, melebihi standar toleransi 25 persen.

“Kita perlu peta jalan yang jelas memperbaiki pipa, menggunakan teknologi deteksi kebocoran dan segera berakselerasi,” ungkap Bupati dr Aulia.

Dengan komitmen ini, Perumda Tirta Mahakam berpotensi akan menurunkan NRW secara dalam waktu dekat, sehingga PAD bisa melonjak lebih tinggi lagi. Langkah ini guna memudahkan pelanggan mengumpulkan tagihan dan laporan kebocoran secara real time.

Bupati dr Aulia optimis, inisiasi ini akan mendukung program Kukar Mandiri Air Bersih 2030. Yakni di 193 desa yang selama ini kesulitan akses air layak huni berharap perubahan nyata segera terasa. Kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan ini menjadi kunci sukses transformasi layanan dasar di Kukar.

Dengan langkah-langkah ini, Perumda Tirta Mahakam diharapkan mampu mewujudkan visi Kukar untuk bebas kekeringan dan layanan air bersih merata hingga pelosok desa demi kesejahteraan warga Kukar.

Penulis : Shavira Ramadhanita

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.