TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar apel gabungan dan peresmian Tangga Arung Square, Taman Super Hero dan Musholla Al-Muhajirin, pada Senin (5/1/2026). Bertempat di halaman Tangga Arung Square.
Peresmian ini turut dihadiri oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin; Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin; Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani beserta seluruh anggota, jajaran forkopimda, serta para tokoh agama dan masyarakat.
Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan salah satu janji politik di Kukar Idaman, yang dituntaskan di Kukar Idaman terbaik.
Dengan mengusung konsep pasar tradisional seni modern, pemkab memastikan tidak meninggalkan sisi tradisional dari Pasar Tangga Arung. “Alhamdulillah sebagian besar sudah diisi oleh para pedagang yang migrasi dari pasar Tangga Arung dulu dan kita upgrade pasar ini ke pasar semi modern,” ungkap Bupati dr Aulia.
Dalam perjalanan yang cukup panjang, pembangunan awal ini ditandai dengan pemasangan tiang pancang di bagian inti Kawasan Pasar Tangga Arung yang lama. Pembangunan dimulai pada (9/6/2023) lalu. Kemudian dilanjutkan pembangunan tahap kedua dimulai pada (31/3/2024).
“Dalam tahap merevitalisasi Pasar Tangga Arung, melanjutkan pembangunan di Gedung A dan mengerjakan Gedung B. Di Gedung A dibangun lokasi parkir dan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sementara untuk gedung B difokuskan pada pembangunan lokasi pasar yang berada tepat di gedung A,” lanjutnya.
Untuk alokasi anggaran proyek Tangga Arung Square pada tahap pertama sebesar Rp157 miliar. Namun pada tahap kedua anggaran mencapai Rp250 miliar, meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2023.
Pemkab Kukar memastikan komitmennya untuk menempatkan pedagang yang sudah terdata secara rapi dan adil. Total sebanyak 703 pedagang akan menempati Tangga Arung Square dengan konsep zonasi yang tertib.
“Untuk Tangga Arung Square dikhususkan untuk pedagang kering dan Pasar Mangkurawang akan tetap dipusatkan untuk pedagang basah guna menjaga kebersihan,” tambah Aulia Basri.
Dalam tahap pembagian lantai 1 akan diperuntukkan bagi zona Konveksi (pakaian dan tekstil). Sementara Lantai 2 untuk zona Kuliner. Tangga Arung Square dirancang bukan sebagai pasar biasa, melainkan dilengkapi fasilitas modern seperti Pos Pengamanan Terpadu, klinik kesehatan, Ruang Pengendali Inflasi. Kemudian tersedianya Ruang Laktasi, Kantor Pengelola Pasar, serta fasilitas yang Ramah Anak dan Ramah Disabilitas.
Bupati dr Aulia berharap Tangga Arung Square menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan hub aktivitas ekonomi bagi masyarakat Tenggarong, maupun penjuru Kukar.
“Seluruh proses pembangunan dari awal hingga akhir ini dikawal oleh Dinas PU untuk memastikan bangunan ini layak, aman, dan fungsional sebagai aset pemerintah daerah,” tutup Bupati dr Aulia.
Penulis : Shavira Ramadhanita



