Bupati Kukar Ajak IDI Kukar Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Layanan Kesehatan Berkualitas dan Merata

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menghadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Kartanegara Masa Bakti 2025–2028. Kegiatan yang dirangkai dengan bakti sosial layanan kesehatan gratis tersebut berlangsung di Pendopo Odah Etam, Minggu (28/6/2026).

Ketua IDI Cabang Kukar masa bakti 2025-2028, dr. Arif Risdianto, resmi dilantik oleh Ketua IDI Wilayah Kalimantan Timur, dr. Mansyah HM. Bupati Kukar, Aulia Rahman, menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua dan seluruh jajaran pengurus IDI Kukar yang baru dilantik.

Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, serta menjadi teladan bagi profesi kedokteran dan masyarakat.

“Bagi saya pribadi, IDI ini adalah rumah untuk kembali pulang, seorang dokter sejatinya merupakan ahli manajemen yang andal. Seorang dokter tidak mungkin melakukan tindakan sebelum menegakkan diagnosis dan dokter juga selalu mendengarkan keluhan pasien sebelum memberikan penanganan,” ungkap Aulia.

Menurutnya nilai-nilai yang dipelajarinya sebagai seorang dokter sangat bermanfaat ketika mengemban amanah sebagai Bupati Kukar. Ia menegaskan prinsip mendengarkan masyarakat sebelum mengambil keputusan menjadi pedoman dalam menjalankan pemerintahan.

“Ilmu itu yang saya terapkan saat mendapat amanah menjadi Bupati Kukar yaitu mendengarkan masyarakat terlebih dahulu, kemudian menangani persoalan yang mereka hadapi. Karena itu kita harus menjaga profesi dokter agar selalu menjadi profesi yang dibanggakan masyarakat,” tambahnya.

Aulia mengajak IDI menjadi mitra strategis Pemerintah Kutai Kartanegara dalam mewujudkan visi Kukar Idaman Terbaik, khususnya di bidang kesehatan.

Aulia berharap IDI Kukar dapat bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan kerja yang membuat para dokter merasa nyaman dan betah mengabdi di Kukar.

Menurutnya upaya tersebut harus didukung dengan kepastian jenjang karier, kejelasan posisi, dan peningkatan kesejahteraan tenaga medis.

“Mari kita rumuskan bersama solusi terkait jenjang karier dokter. Kami ingin dokter-dokter yang bertugas di Kukar merasa nyaman sehingga memilih terus mengabdi di daerah ini,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Aulia menjelaskan Pemkab Kukar telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi guna memberikan kesempatan bagi dokter melanjutkan pendidikan spesialis melalui Program Beasiswa Tematik Pemkab Kukar.

“Program beasiswa tematik ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kami juga berharap dokter yang telah menyelesaikan pendidikan spesialis dapat kembali dan mengabdi di Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Ia menambahkan saat ini masih terdapat dua Puskesmas yang mengalami kekosongan dokter akibat pensiun. Karena itu, pemerintah daerah bersama IDI diharapkan dapat segera mencari solusi agar kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.

Aulia mengajak seluruh jajaran IDI Kukar untuk terus bersinergi berbagai program organisasi dengan program Pemkab Kukar sehingga kolaborasi dalam pengabdian kepada masyarakat semakin kuat.

“Kami mendukung upaya IDI menempatkan organisasi profesi ini sesuai dengan perannya. Pemkab Kukar juga akan terus mendorong agar profesi dokter mendapatkan ketenangan, kenyamanan, serta ruang yang baik untuk mengembangkan kompetensi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” sebut Aulia.

Pewarta: Shavira Ramadhanita
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.