TENGGARONG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Bankaltimtara menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menegaskan kembali komitmen penguatan kerja sama di sektor keuangan daerah. Melalui kolaborasi program, Pemkab Kukar berharap peran Bankaltimtara semakin strategis dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat.
“Harapannya, Bankaltimtara semakin maju dan terus bersinergi dengan Pemkab untuk mendukung proses pembangunan daerah,” jelas Bupati Aulia.
Aulia menjelaskan, posisi Kukar sebagai pemegang saham terbesar kedua di Bankaltimtara dengan porsi sekitar 7 persen menjadi landasan penting untuk mendorong peran lebih besar bank daerah tersebut dalam mendukung agenda-agenda pembangunan. Meski bukan pemegang saham pengendali, ia menilai kontribusi dan keberpihakan Bankaltimtara terhadap kebutuhan daerah sangat dibutuhkan.
Salah satu bentuk sinergi yang sudah berjalan adalah Kredit Kukar Idaman (KKI), fasilitas pembiayaan tanpa bunga yang disalurkan Bankaltimtara untuk mendukung pelaku usaha di Kukar. Sampai saat ini, realisasi penyaluran KKI telah mencapai Rp 36 miliar dengan tingkat kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) masih berada di bawah angka 2,5 persen.
“Ini menandakan program ini dibutuhkan masyarakat. Buktinya terserap dengan baik dan kredit macet masih di bawah standar,” tambahnya.
Melihat animo dan kinerja yang positif, Pemkab Kukar berencana menaikkan plafon pinjaman KKI secara signifikan. Dari sebelumnya maksimal Rp 50 juta per penerima, ke depan diusulkan bisa mencapai hingga Rp 500 juta per debitur untuk menjangkau kebutuhan modal yang lebih besar, terutama bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM yang ingin mengembangkan skala usahanya.
Namun, Aulia menegaskan peningkatan plafon tersebut harus dibarengi dengan tata kelola penyaluran yang lebih terukur. Penyusunan syarat dan ketentuan akan diperketat agar pembiayaan tetap tepat sasaran, risiko kredit terjaga, dan dana benar-benar dimanfaatkan untuk penguatan usaha produktif.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan rencana penyertaan modal ditahun 2026. Dimana berkomitmen mengembalikan seluruh dividen yang diterima dari Bankaltimtara tersebut. “Karena program ini berbeda dengan kredit lainnya tanpa bunga. Maka butuh sumber pembiayaan khusus. Komitmen kita, dividen kita kembalikan ke Bankaltimtara sebagai penyertaan modal,” jelasnya.
Aulia menyebutkan, setidaknya Rp 21 miliar direncanakan dialokasikan pada 2026 sebagai wujud komitmen tersebut.
“Semoga ini bisa mengangkat plafon dari Rp50 juta menjadi Rp500 juta. Dan mudah-mudahan tepat guna dan tepat sasaran sehingga para penerima manfaat bisa menjalankan usahanya dengan baik,” tutupnya.
Diketahui, sejak diluncurkan pada 2020, program KKI yang dijalankan Bankaltimtara telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp 37 miliar kepada 1.800 debitur. Di tahun 2025, pengembangan debitur kembali digenjot seiring potensi besar di Kukar yang memiliki sekitar 59 ribu unit UMKM, di luar segmen petani dan nelayan yang mulai difokuskan sejak 2023.
“Harapannya untuk KKI sesuai dengan harapan Pak Bupati, tentunya peningkatan UMKM, petani dan nelayan bisa sejahtera lagi,” pungkas Pimpinan Bankaltimtara Cabang Tenggarong, Eryuni Ramli Okol. (Adv)



