APBD Tahun 2024 Kukar Diproyeksi Tembus Rp 9,3 Triliun

TENGGARONG – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kutai Kartanegara (APBD Kukar) tahun 2024 berpotensi meningkat. Angkanya diprediksikan capai Rp 9,3 triliun. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Kukar, Rendi Solihin. Pasca mengikuti rapat paripurna bersama DPRD Kukar, Senin (24/7/2023) malam.

Rendi menjelaskan, peningkatan APBD tahun 2024 ini terjadi dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya adalah meningkatnya Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dari pemerintah pusat.

“Diproyeksikan sekitar Rp 9,3 triliun, kalau untuk DBH-nya saja sekitar Rp 8,79 triliun. Itu sudah lebih jauh meningkat ditahun sebelumnya, artinya itu masih ada kemungkinan bertambah. Karena ada Silpa, kurang bayar, dan deposito dana. Kemungkinan proyeksi APBD Kukar tahun depan meningkat,” terang Rendi.

Rendi menjelaskan, dengan meningkatnya APBD Kukar pada tahun 2024 ini, secara otomatis akan meningkatkan besaran anggaran pada setiap sektor. Baik itu pembangunan infrastruktur, pendidikan maupun juga kesehatan.

“Proyeksi terkait dengan pembangunan skala prioritas pasti kita mengacu pada mandatori spending. Untuk infrastruktur, pendidikan dan kesehatan sudah jelas diatur,” ujarnya.

Dengan besaran APBD tahun 2024 yang akan diterima oleh Pemkab Kukar yang terbilang fantastis ini. Rendi mengaku pihaknya memiliki sedikit kekhawatiran dana tersebut tidak dapat terserap dengan maksimal. Akan tetapi ia tetap optimis, bahwa besaran anggaran tersebut dapat terserap dengan baik dan memberikan dampak positif pada masyarakat Kukar.

“Kekhawatiran kita pasti ada, tapi kita belajar dari tahun ini saja. Artinya ada kelambatan yang terjadi, karena ada beberapa hal teknis administrasi yang harus diklirkan. Itu kan menjadi bahan evaluasi kita. Tapi kita optimis, karena serapan di tahun ini kalo secara fisik itu sudah tinggi sekali,” pungkasnya. (tabs)