TENGGARONG – Desa Perjiwa kini memiliki potensi wisata alamnya. Salah satunya Wisata Air Terjun. Kepala Desa Perjiwa, Erik Nur Wahyudi, mengungkapkan bahwa wisata air terjun di desanya sudah ada sejak ia kecil dan bahkan sejak generasi sebelumnya.
Air terjun tersebut merupakan potensi wisata alam yang tidak dimiliki oleh siapa pun secara pribadi. Namun sangat menarik minat pengunjung, terutama bagi mereka yang gemar berkemah.
“Air terjun itu alam, jadi sejak saya kecil pun sudah ada, bahkan bapak saya kecil pun sudah ada. Kalau air terjun itu alam, bukan milik siapa-siapa dan banyak orang-orang yang minat camping disana,” ungkap Erik Nur Wahyudi.
Ia juga menjelaskan bahwa akses menuju air terjun tidak melewati tanah warga secara langsung, tetapi warga yang memiliki tanah di sekitar lokasi tersebut dengan senang hati mengelola kawasan wisata untuk kenyamanan pengunjung. Setiap pengunjung yang dikenakan biaya masuk sekitar Rp 15 ribu.
“Cuma akses menuju jalannya itu tidak dilewati oleh tanah warga dan alhamdullilah, warga yang memiliki tanah di sekitar itu mau mengelola, dan untuk pengunjungnya pun banyak, ada yang dari luar-luar daerah juga,” tambahnya.
Selain air terjun, desa juga pernah mengembangkan potensi wisata danau. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena pihak investor sulit diajak bekerja sama. Dan sempat juga terjadi inseden oleh karena itu desa tidak mau melanjuti kerjasama tersebut.
“Saya lebih tidak mau, karena kemarin sempat ada kejadian seorang anak kecil yang tenggelam di danau tersebut. Sebelumnya, pihak desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan instansi pemerintah daerah telah mengingatkan pentingnya keselamatan, termasuk penyediaan pelampung di lokasi wisata. Namun peringatan itu tidak diindahkan dan akhirnya terjadi kecelakaan,” Ujar Erik Nur Wahyudi.
Kepala Desa Perjiwa, berharap ke depan pengelolaan wisata alam di Desa Perjiwa bisa lebih baik dan berkembang lagi, sehingga potensi wisata yang ada dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar terutama masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Kukar. (ADV)
Penulis : Shavira Ramadhanita



