Biaya Perawatan Mahal, Wabup Kukar Pikir Ulang Hidupkan Skytower dan Kereta Gantung

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menyoroti rencana menghidupkan dua wahana legendaris di Pulau Kumala. Yakni Skytower dan kereta gantung yang pernah menjadi daya tarik utama di destinasi wisata ini.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menjelaskan bahwa meski keinginan itu besar, tantangan biaya dan teknis membuat upaya tersebut menjadi hal yang kompleks. Biaya perawatan kereta gantung lama sangat mahal, hampir menyamai biaya pembangunan unit baru.

“Kereta gantung kami adalah produk impor dengan spare part dari Jerman, sehingga ketersediaan suku cadangnya sulit dan mahal,” ungkap Rendi Solihin.

Ia menambahkan, mempertahankan instalasi lama tidak hanya tidak ekonomis, tetapi juga tidak efisien mengingat teknologi transportasi wisata saat ini sudah jauh berkembang dan menawarkan alternatif yang lebih murah dan mudah dirawat.

Selain itu, anggaran untuk mendatangkan tenaga ahli dari Jerman yang diperlukan untuk pengecekan kondisi kereta gantung diperkirakan mencapai hampir Rp 500 juta hanya untuk 15 hari kerja.

“Ini baru biaya mendatangkan ahli, belum termasuk biaya perbaikan,” tambahnya.

Meski dihadapkan pada berbagai kendala, Pemkab Kukar tetap membuka peluang untuk menghadirkan kembali wahana unik tersebut, dengan pendekatan yang lebih realistis.

Rendi menyebut bahwa teknologi modern yang hemat biaya perawatan bisa menjadi solusi untuk menghidupkan kembali Pulau Kumala sebagai destinasi wisata andalan di Kalimantan Timur. (ADV)

Penulis : Shavira Ramadhanita

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.