Desa Sumber Rejo Bangkit dari Lahan Eks Tambang ke Destinasi Wisata dan Kemandirian Pangan

TENGGARONG – Desa Sumber Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, kini tengah berjuang melakukan transformasi ekonomi pasca-tambang. Lahan di desa seluas 3 ribuan hektare ini, merupakan bekas area penambangan yang telah mengubah wajah pertanian dan kehidupan masyarakat setempat.

Pj Kades Sumber Rejo, Saili, mengungkapkan bahwa sebelum aktivitas penambangan, lahan di desa tersebut merupakan kawasan lahan biasa. Namun, sejak tambang beroperasi, banyak warga yang kehilangan lahan garapan. “Slebagian besar warga kini tidak lagi memiliki lahan, bahkan ada yang terpaksa menjadi buruh tani di desa sebelah,” ungkap Saili, pada Rabu (16/7/2025).

Untuk bertahan hidup, sebagian warga memanfaatkan lahan tambang yang masih bisa dikelola, seperti kolam-kolam bekas galian. Namun potensi ternak dan pangan masih sangat terbatas dan lebih bersifat mencukupi kebutuhan rumah tangga. Sementara itu, sebagian warga lain mengikuti program penanaman jagung yang digagas PT Kitadin, meskipun tidak semua bisa terlibat.

“Kami berharap bisa mengembangkan wisata dan perkebunan rakyat di lahan eks tambang. Namun, prosesnya masih menunggu persetujuan serah terima lahan dari perusahaan,” ujar Saili.

Pengajuan hibah lahan eks tambang untuk pengelolaan desa sudah dilakukan 2 tahun lalu. Namun hingga kini belum ada kepastian. “Kalau disetujui, prospeknya sangat besar. Kami bisa mengelola lahan secara bebas dan mendapat dukungan dana pemerintah untuk tata kelola,” tambahnya.

Saat ini, pengelolaan lahan eks tambang di Sumber Rejo masih dilakukan secara kelompok-kelompok kecil oleh masyarakat. Pemerintah desa berencana mengelola lahan tersebut secara kolektif melalui Koperasi Merah Putih jika hibah lahan disetujui.

“Mungkin persiapan tata kelolanya oleh pemerintah desa melalui program koperasi merah putih dan kita fungsikan nantinya mudah-mudahan disetujui nantinya,” pungkasnya.

Diketahui, jumlah penduduk Desa Sumber Rejo per Juni 2025 tercatat sebanyak 3.257 jiwa. Batas wilayah desa membentang dari pusat perbelanjaan DIY hingga gerbang gapura Desa Kerta Buana, dengan luas ribuan hektare yang sebagian besar merupakan lahan eks tambang.

Transformasi ekonomi di Sumber Rejo diharapkan tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat. “Kami ingin membangun kemandirian pangan dan ekonomi kerakyatan dari lahan yang sempat terlantar,” tutup Saili. (ADV)

Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Muhammad Rafi’i

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.