TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali membuka peluang kerja besar-besaran bagi masyarakat. Melalui Program Kukar Idaman Terbaik Kukar Siap Kerja, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar resmi membuka kegiatan bursa kerja atau Job Fair tahun 2026, yang bertempat di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (14/7/2026).
Plt Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengungkapkan bahwa agenda besar ini menyediakan kurang lebih 370 lowongan pekerjaan yang berasal dari 20 perusahaan di berbagai sektor strategis.
“Ada 20 perusahaan dari sektor pertambangan, perkebunan, jasa penyediaan tenaga kerja, retail niaga, pembiayaan atau kredit, jasa komunikasi, penyediaan makan, hingga sektor penjualan kendaraan,” ungkapnya.
Dari seluruh sektor tersebut, industri pertambangan menjadi primadona utama dalam gelaran kali ini. Tercatat ada 5 perusahaan tambang yang ikut berpartisipasi, sementara sektor lain seperti perkebunan dan pembiayaan rata-rata diikuti oleh 3 perusahaan.
“Tidak heran, sektor pertambangan juga menjadi yang paling banyak diserbu oleh para peminat,” tambahnya.
Berdasarkan data dari total lowongan yang tersedia, sebanyak 196 pencari kerja (pencaker) dinyatakan lolos seleksi berkas setelah melalui proses pemberkasan selama satu bulan.
Ratusan peserta yang lolos ini akan langsung mengikuti tahapan wawancara langsung (walk-in interview) yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari.
Proses rekrutmen ini dipastikan bergerak cepat. Distransnaker Kukar menjadwalkan batas akhir penutupan atau cut off pengumuman wawancara pada hari kedua pelaksanaan.
“Insya Allah nanti di tanggal 15 di hari kedua, kita akan cut off untuk pengumuman dari 20 perusahaan yang melakukan wawancara selama dua hari ini. Paling tidak, pengumuman wawancara itu 80 persennya Insya Allah kalau memang mereka konsisten akan mendapatkan penempatan di 20 perusahaan,” jelasnya.
Meski demikian, Dendy mengingatkan para pencaker untuk tidak lengah dan terus menjaga kondisi fisik mereka. Sebab, hasil wawancara ini bukanlah akhir dari segalanya.
“Masih ada dua atau tiga tahapan lagi yang harus mereka lalui. Yang jelas mereka harus menjaga kesehatan karena nanti pasti ada tahapan MCU (Medical Check-Up) atau pemeriksaan kesehatan di setiap perusahaan sebelum penempatan di site-nya,” ujarnya.
Berdasarkan profil pendaftar, mayoritas pencaker yang berpartisipasi berada di usia produktif dan didominasi oleh lulusan baru (fresh graduate). Menanggapi catatan dari Pak Bupati mengenai banyaknya pendaftar yang belum memiliki pengalaman serta kompetensi, pihak Distransnaker langsung menyiapkan langkah strategis ke depan.
“Yang belum memiliki kompetensi ini akan kita evaluasi dan kita rencanakan untuk pelatihan kompetensinya di tahun 2027. Sehingga mereka yang gagal di Job Fair tahun ini jangan sampai gagal lagi di Job Fair berikutnya atau di Jobfair Everyday,” tegasnya.
Di sisi lain, gelaran Job Fair 2026 ini juga menjadi angin segar di tengah tantangan ketenagakerjaan daerah. Berdasarkan data hingga bulan Juni, angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kukar telah mencapai kurang lebih 2.200 orang.
Namun, pemerintah daerah melihat adanya secercah harapan baru seiring dengan kebijakan pusat. Menyimak informasi dari Menteri ESDM terkait adanya relaksasi untuk peninjauan ulang Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di bulan Juli ini, diharapkan akan membawa dampak positif bagi industri lokal.
“Mudah-mudahan relaksasi ini nanti berdampak pada adanya pemanggilan kembali (karyawan), sehingga secara otomatis dapat mengurangi jumlah masyarakat yang terdampak PHK,” pungkasnya.
Penulis: Shavira Ramadhanita
Editor: Afi



