TENGGARONG – Musyawarah Cabang (Muscab) V Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Kutai Kartanegara telah digelar bertempat di Ruang Serbaguna DPRD Kukar, Senin (29/6/2025) pukul 20.00 WITA.
Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Aktualisasi Potensi Alumni PMII untuk Kutai Kartanegara’ dan dihadiri Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, anggota DPRD Kukar, Desman Minag Endianto, perwakilan organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk IKA PMII.
Menurutnya alumni organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam memberikan masukan, gagasan, dan kritik yang konstruktif terhadap jalannya pembangunan daerah.
“Kami berharap alumni PMII tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari perubahan dan pembangunan di Kutai Kartanegara. Pemerintah daerah siap bersinergi dan bergandengan tangan dengan seluruh potensi yang dimiliki IKA PMII untuk kemajuan daerah,” ungkapnya.
Melalui Muscab V tersebut, diharapkan lahir kepengurusan baru yang mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi alumni PMII dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sementara Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, Abdul Rasid, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muscab V IKA PMII yang dinilainya menjadi momentum penting untuk memperkuat peran alumni PMII dalam mendukung pembangunan daerah.
“Atas nama DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, saya mengapresiasi pelaksanaan Musyawarah Cabang V IKA PMII. Tema yang diangkat sangat relevan yakni bagaimana mengaktualisasikan potensi para alumni PMII untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Ia mengatakan IKA PMII memiliki sumber daya manusia yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, akademisi hingga organisasi kemasyarakatan. Potensi tersebut menurutnya merupakan modal besar yang harus disinergikan dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan.
Abdul Rasid berharap Muscab tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi menghasilkan gagasan-gagasan strategis yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Alumni PMII memiliki pengalaman organisasi, jaringan yang luas, serta kapasitas kepemimpinan yang dapat menjadi kekuatan dalam membangun daerah. Karena itu, kami berharap sinergi antara IKA PMII dan pemerintah daerah semakin erat demi mewujudkan Kutai Kartanegara yang lebih maju,” sebutnya.
Pewarta: Shavira Ramadhanita
Editor: Yahya Yabo



