Puluhan Anak Ikut Sunatan Gratis, Program CSR Petrosea Disambut Antusias Warga Kariangau

BALIKPAPAN – Program khitanan gratis bagi anak-anak kembali digelar di Kecamatan Balikpapan Barat. Sebanyak 60 peserta ambil bagian dalam kegiatan “Petro Care” Khitanan Massal 2026 yang berlangsung di Puskesmas Kariangau, Minggu (14/6/2026), sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kesehatan masyarakat.

Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara Puskesmas Kariangau, DPK PPNI RSKD dr Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan, serta dukungan PT Petrosea Tbk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di sektor kesehatan.

Kepala UPTD Puskesmas Kariangau, dr Nur Ayu Hasanah, mengungkapkan antusiasme masyarakat pada pelaksanaan tahun ini mengalami peningkatan. Jumlah peserta yang ditargetkan bahkan terpenuhi, dengan tambahan calon peserta yang masuk daftar tunggu.

Menurutnya, program khitanan massal ini menjadi bentuk pelayanan kesehatan sekaligus bantuan nyata bagi keluarga yang membutuhkan, khususnya dalam mengurangi biaya pengobatan mandiri.

“Pelaksanaan tahun ini berjalan baik dan jumlah peserta meningkat dibanding sebelumnya. Kami berharap anak-anak yang mengikuti khitan dapat segera pulih dan beraktivitas kembali,” ujarnya.

Selain layanan medis, kegiatan juga dinilai membantu masyarakat dari sisi ekonomi. Salah seorang wali peserta, Sadiah, mengaku program tersebut sangat meringankan beban keluarga karena seluruh proses dilakukan tanpa biaya.

Ia menyebut layanan yang diberikan cukup baik dan membantu orang tua yang selama ini terkendala biaya khitan mandiri. “Program seperti ini sangat membantu masyarakat kecil. Anak bisa ikut khitan tanpa harus memikirkan biaya besar,” katanya.

Sementara itu, GS & External Relations Superintendent PT Petrosea Tbk, Wikana Peterson, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosial perusahaan yang menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasional atau kawasan ring satu.

Ia menilai momentum libur sekolah menjadi waktu ideal pelaksanaan khitanan karena anak-anak memiliki masa pemulihan lebih longgar sebelum kembali mengikuti aktivitas belajar.

Menurut Wikana, kegiatan sosial bidang kesehatan menjadi salah satu fokus utama perusahaan selain pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“Tingginya animo masyarakat tentu menjadi evaluasi positif bagi kami. Tidak tertutup kemungkinan kegiatan serupa akan kembali digelar di masa mendatang,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Lurah Kariangau, Singgih Aji Wibowo. Ia menilai kegiatan tersebut memberi manfaat luas, baik dari aspek kesehatan, sosial maupun nilai keagamaan.

Menurutnya, pelaksanaan saat libur sekolah juga menjadi keputusan tepat karena tidak mengganggu proses belajar anak. “Ini program yang sangat positif. Selain mendukung kesehatan anak, juga membantu masyarakat dan sejalan dengan nilai keagamaan,” pungkasnya. (RK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.