TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi mencanangkan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang mengusung tema “Bersama Sensus Ekonomi 2026, Mewujudkan Data untuk Kemajuan Bangsa”. Kegiatan pencanangan tersebut berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, pada Kamis (11/6/2026).
Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, menyatakan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap kesuksesan agenda nasional yang digelar setiap sepuluh tahun sekali ini. Menurutnya, sensus ekonomi sangat krusial karena dilaksanakan pada setiap tahun yang berakhiran angka enam, untuk memotret kondisi riil di lapangan.
”Ya hari ini kita melakukan proses pencanangan untuk sensus ekonomi tahun 2026 di mana kita pahami bahwa sensus ekonomi ini dilaksanakan setiap akhiran tahun berakhiran enam,” ungkap Bupati Aulia.
“Nah, kegiatan ini dilaksanakan setiap 10 tahun sekali di mana dari kegiatan ini akan memotret kondisi status perekonomian di suatu daerah, termasuk salah satunya di Kutai Kartanegara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Aulia menegaskan bahwa ketersediaan data dan informasi yang valid mengenai situasi perekonomian di Kukar, menjadi fondasi penting bagi jajaran pemerintah daerah dalam merumuskan langkah-langkah strategis ke depan.
”Kami dari pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara mendukung penuh kegiatan ini karena kita juga merasa bahwa keberadaan data dan informasi terkait dengan situasi perekonomian di Kutai Kartanegara juga sangat penting bagi pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk pengambilan-pengambilan kebijakan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Harapannya data yang dihasilkan dari proses sensus bisa digunakan dan bisa diakses oleh pemerintah daerah.
Sedangkan Plh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kukar, Khairil Anwar, menyatakan kesiapan jajarannya yang saat ini tengah intensif melakukan pembekalan bagi para petugas lapangan melalui 22 Training Center (TC).
”Ya, kami saat ini sedang pelatihan petugas, itu ada 22 TC (Training Center) yang kita gunakan. Untuk wilayah Tenggarong ini kami ada 5 TC, 5 kelas dengan 2 gelombang. Jadi ini gelombang pertama kami sudah selesaikan, dan besok sudah mulai pembelajaran lagi 2 gelombang dan sisanya ada 48 kecamatan. Dan total petugas adalah 586 petugas yang tersebar di 20 kecamatan di wilayah Kutai Kartanegara,” ungkap Khairil.
Terkait dengan linimasa pengerjaan, Khairil menjelaskan bahwa pelaksanaan pencacahan lapangan atau door to door oleh petugas dengan waktu sekitar dua bulan setengah. Yakni dimulai pada tanggal (15/6/2026) hingga berakhir pada (31/8/2026).
“Durasi ini sengaja diberikan agar petugas dapat menjangkau seluruh wilayah Kukar yang memiliki geografis cukup luas dengan beban kerja yang lumayan banyak,” tambahnya.
Menyikapi potensi kerawanan atau adanya pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan petugas sensus, BPS Kukar mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Setiap petugas resmi telah dibekali dengan atribut lengkap, mulai dari rompi, surat tugas, hingga name tag khusus yang dilengkapi dengan sistem keamanan elektronik berupa barcode.
“Petugas kami itu dilengkapi dengan atribut yang lengkap, menggunakan rompi, menggunakan name tag dan surat tugas. Nah name tag itu nantinya itu ada barcode. Jika memang rumah tangga tersebut merasa ragu terhadap petugas. Karena biasanya kan dalam setiap kegiatan besar seperti ini ada saja yang mengatasnamakan kegiatan sensus tapi untuk kepentingan yang lain. Jika masyarakat ragu terhadap kedatangan petugas itu silahkan barcodenya itu di scan,” tegas Khairil.
Ia menambahkan, ketika barcode tersebut dipindai oleh warga, sistem akan langsung terhubung ke server resmi BPS. “Jadi di pusat nanti akan terinformasikan bahwa memang betul petugas tersebut adalah petugas sensus ekonomi. Sehingga jika demikian maka tidak perlu meragukan pelaksanaannya,” tambahnya.
BPS sangat mengharapkan kerja sama dan keterbukaan dari seluruh lapisan masyarakat berdasarkan Satuan Lingkungan Setempat (SLS) masing-masing demi kesuksesan program ini.
”Mohon dapat memberikan jawaban yang sebenar-benarnya. Ini nanti diharapkan kegiatan Sensus Ekonomi 2026 ini dapat memberikan informasi terhadap struktur ekonomi khususnya di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutup Khairil Anwar.
Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi



