BPS Kukar Rilis Data Triwulan 2026, Terjadi Tren Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi

TENGGARONG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi meluncurkan publikasi indikator strategis Edisi 1, Volume 1. Langkah ini menjadi awal dari komitmen BPS Kukar untuk menyajikan data secara berkala, guna membantu publik dan media dalam mencermati kondisi terkini di wilayah Kukar.

Plh Kepala BPS Kukar, Khairil Anwar, menjelaskan bahwa publikasi perdana ini menyajikan gambaran sekilas mengenai data tahunan kondisi terakhir serta data triwulan. Termasuk rilis Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga Triwulan I 2026.

​Ke depan, BPS berkomitmen untuk menerbitkan data-data bulanan ini secara rutin. ​”Dan nanti selanjutnya kita di indikator di sini ini adalah akan memberikan analisis, insight terhadap data-data yang bulanan. Sehingga nanti diharapkan memudahkan seluruh masyarakat termasuk dari media untuk membaca data-data yang kami rilis itu,” ungkap Khairil Anwar, pada Kamis (11/6/2026).

Khairil menambahkan, untuk saat ini akses dokumen tersebut baru diberikan secara terbatas kepada bupati Kukar dan unsur pimpinan daerah. Namun, ke depan pihak BPS akan mengirimkannya secara rutin kepada insan media. Saat ini, fokus analisis yang dilakukan baru mencakup indikator kependudukan, kemiskinan, dan PDRB.

“Ke depannya, analisis akan dikembangkan lebih mendetail menyangkut ketenagakerjaan dan indikator strategis lainnya yang diterbitkan BPS,” tambahnya.

Dalam rilis data tersebut, tercermin adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi di Kukar pada awal tahun ini. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I tahun 2026 tercatat menurun menjadi 2,20 persen, dibandingkan dengan capaian pada Triwulan IV tahun 2025 yang berada di angka 3,72 persen.

Menurut Khairil, penurunan performa ekonomi ini sebagian besar dipicu oleh melemahnya sektor andalan daerah, yakni sektor pertambangan. Tren penurunan harga komoditas global berdampak langsung pada volume produksi di daerah.

​”Ini penurunan ini sebagian besar diakibatkan adalah dari penurunan sektor pertambangan,” jelasnya.

Mengenai dampak penurunan produksi ini terhadap potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang signifikan di sektor pertambangan pada tahun 2026, Khairil menyatakan bahwa pihaknya belum melihat dampak tersebut secara spesifik. Khususnya terkait pengaruh implementasi teknologi pertambangan terhadap ketenagakerjaan.

​”Saya masih belum melihat secara mendetail ya untuk khususnya teknologi pertambangan ya terhadap PHK ketenagakerjaannya ya. Ini kami masih memotretnya masih dari sisi secara umum saja bahwa memang di pertambangan mungkin harga-harganya juga masih agak cenderung turun sehingga produksinya pun juga menurun,” lannut Khairil.

Meskipun mengalami tren penurunan, ia menegaskan bahwa sektor pertambangan hingga saat ini masih tetap menjadi sektor andalan bagi perekonomian Kukar. BPS Kukar menjadwalkan akan kembali merilis data PDRB untuk Triwulan II 2026 pada bulan Juni ini.

“Setelah seluruh periode triwulan tersebut berakhir, guna melihat lebih lanjut kontribusi masing-masing sektor ekonomi di Kutai Kartanegara,” tutupnya.

Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.