Dokter Hewan Monitoring Ratusan Hewan Kurban di Jalan Lais Tenggarong: Sehat dan Layak

TENGGARONG – Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di masyarakat. Langkah ini diambil guna menjamin kelayakan dan keamanan daging kurban yang akan dikonsumsi oleh warga.

Salah satu pemantauan intensif dilakukan langsung di kawasan Jalan Lais, Timbau, Tenggarong, pada senin (25/05/2026).

Dokter Hewan Distanak Kukar, drh Gunawan Nanang, menjelaskan bahwa dalam proses monitoring ini merupakan standar pemeriksaan bagi hewan kurban. Khususnya sapi dibagi menjadi dua tahapan, yaitu pemeriksaan antemortem dan postmortem.

“Pemeriksaan antemortem itu dilakukan sebelum hewan disembelih. Saya sudah memeriksa sejak hari Jumat yang lalu, dan hari ini saya periksa kembali,” ungkap Gunawan.

Ia menjelaskan secara antemortem, indikator sapi yang sehat dapat dilihat dari kondisi fisik luar yang prima. Ciri-cirinya antara lain mata yang cerah dan tidak berair, hidung serta mulut bersih tanpa lendir atau air liur yang berlebihan, cara berjalan yang normal atau tidak pincang, serta ekor yang aktif bergerak.

Dari hasil pemeriksaan intensif tersebut, seluruh hewan kurban yang berada di lokasi dinyatakan dalam kondisi prima. “Secara antemortem, ya seperti inilah sapi yang sehat. Jadi 124 ekor sapi di sini semuanya sehat,” tambahnya.

Setelah dinyatakan sehat, pihak Distanak Kukar akan mengeluarkan surat keterangan resmi yang ditandatangani oleh dokter hewan. Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan bahwa setelah proses penyembelihan nanti, akan ada tahapan pemeriksaan lanjutan.

Tahapan pemeriksaan lanjutan yang disebut postmortem, berbeda dengan antemortem, pemeriksaan ini berfokus pada organ bagian dalam hewan.

“Nanti setelah dipotong, ada pemeriksaan postmortem untuk melihat kondisi organ dalam seperti hati, jantung, usus, ginjal, dan lainnya, apakah ada perubahan atau tidak. Tugas itu nantinya akan dinilai oleh petugas khusus, yaitu care master,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa potensi penyakit yang biasanya diwaspadai pada organ dalam adalah cacing hati. Namun, ia berharap seluruh hewan kurban di tahun ini terbebas dari penyakit tersebut.

Pelayanan monitoring dan pemeriksaan hewan kurban ini sendiri ditargetkan akan terus berjalan, hingga dua hari setelah hari raya sebelum hewan disebarkan ke masyarakat.

Kondisi di 20 Kecamatan di Kukar dipastikan aman. Selain berfokus di Tenggarong, Distanak Kukar juga memonitor jalannya pemeriksaan hewan kurban di seluruh wilayah kecamatan di Kukar. Sampai saat ini, situasi di lapangan tergolong sangat aman dan kondusif.

“Pemeriksaan ini dilakukan di seluruh kecamatan. Berarti sampai saat ini tidak ada laporan sapi berpenyakit dari 20 kecamatan, semuanya aman,” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini laporan yang masuk ke pihak Distanak hanya sebatas keluhan mengenai sapi yang kurang nafsu makan. “Kalau laporan yang masuk ke saya cuma sapi yang tidak mau makan. Itu saja, jadi itu untuk sapi-sapi yang belum laku. Mudah-mudahan nanti saat pemeriksaan postmortem juga begitu, tidak ada yang ditemukan berpenyakit,” tutupnya.

Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.