TENGGARONG – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan seluruh hewan ternak milik peternak lokal bebas wabah virus Jembrana. Bahkan kasus yang ditemukan sempat menyerang ternak sapi di Kukar, berhasil diatasi sepenuhnya.
Plt Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani, menyatakan bahwa jajarannya bergerak cepat begitu menerima laporan adanya indikasi penularan.
“Kemarin sempat ditemukan kasus sapi yang terkena virus wabah Jembrana, tapi sekarang sudah clear. Sudah sempat ditangani oleh teman-teman dokter hewan di Loa Janan-Loa Kulu itu, Alhamdulillah aman,” ungkap Rifani.
Ia mengatakan bahwa paparan virus tersebut hanya berkisar satu hingga dua ekor saja. Langkah isolasi, pengobatan, serta pemotongan bersyarat langsung dilakukan pada ternak yang bergejala berat. Ini dilakukan untuk memutus rantai penularan di area sekitar.
“Kalau yang kena paling satu atau dua saja, cuma semuanya langsung divaksin. Yang kena parah sudah dipotong juga. Tapi sejauh ini tidak ada yang parah. Begitu dikasih obat ini sembuh,” jelasnya.
Berdasarkan hasil evaluasi ia mengungkapkan bahwa masuknya virus Jembrana ini, disinyalir kuat akibat dari mobilitas pengiriman hewan ternak antar wilayah. Termasuk pasokan yang didatangkan dari luar daerah Kukar. Rifani pun menekankan pentingnya optimalisasi fungsi pos pemeriksaan di perbatasan wilayah.
“Itu biasanya karena lalu lintas ternak bisa dari luar juga kan. Nah itu, fungsi posnya di situ sebenarnya,” tambahnya.
Rifani mengimbau masyarakat untuk tidak panik mengingat virus Jembrana bukan merupakan penyakit yang dapat menular ke manusia (non-zoonosis). Terlebih setelah daerah berhasil dinyatakan bebas dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Kalau menular sih tidak, cuma berbahaya juga, karena virus kan. Saya sudah tenang-tenang kemarin kan, tiba-tiba ada laporan, terus Jembrana masuk. Sebelumnya kan yang mulut dan kuku sudah clear, itu lagi yang masuk, cuma Alhamdulillah cepat ditangani,” ujar Rifani.
Sebagai langkah pencegahan dini di area temuan kasus, proteksi ketat langsung diterapkan secara menyeluruh pada satu kelompok ternak. “Iya, yang kena kita obati, yang sama-sama satu kandang kita vaksin,” tambahnya.
Guna memberikan jaminan kesehatan bagi hewan ternak secara berkelanjutan, Distanak Kukar mengoperasikan klinik hewan yang buka setiap hari kerja secara reguler mengikuti jam operasional kantor. Selama ini, klinik tersebut lebih banyak diakses oleh masyarakat pemilik hewan peliharaan.
Menyadari adanya kendala logistik bagi para peternak besar untuk membawa hewan seperti sapi ke fasilitas klinik, Distanak Kukar menyiagakan tim dokter hewan yang siap diterjunkan langsung ke lapangan atau menerapkan sistem jemput bola.
“Klinik hewan kami setiap hari buka. Jadi kalau misalnya ada penyakit dan sebagainya cepat lapor aja. Tapi yang datang ke sana itu rata-rata binatang ini binatang peliharaan biasanya.” ungkapnya.
Pelayanan luar gedung ini tidak hanya terbatas pada penanganan wabah penyakit menular saja, tetapi juga mencakup kedaruratan reproduksi ternak. Salah satu tindakan darurat penanganan persalinan sulit (distokia) yang pernah berhasil diselamatkan oleh tim medis Distanak di lapangan.
Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi



