Dinkes Kukar Dorong Kesadaran Orang Tua Terkait Vaksinasi DBD dan Penerapan 5M

TENGGARONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memperkuat langkah antisipasi, terhadap potensi ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), seiring masuknya musim penghujan. Selain mengandalkan pola hidup bersih, Dinkes kini menyoroti pentingnya vaksinasi terutama bagi kelompok usia anak sekolah.

Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kukar, dr Waode Nuraida, menyatakan bahwa meskipun hingga saat ini belum tercatat adanya lonjakan kasus yang signifikan, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Menurutnya, pola penyebaran DBD yang sangat bergantung pada curah hujan sudah diantisipasi oleh tim promosi kesehatan di lapangan.

Salah satunya penanganan DBD di Kukar dengan program vaksinasi DBD gratis yang menyasar anak Sekolah Dasar (SD), khususnya di beberapa wilayah Tenggarong. Program yang menargetkan 1.500 anak tersebut diakui belum mencapai target maksimal, karena adanya kendala izin dari orang tua.

“Masih banyak orang tua yang resisten dan menolak. Kami tidak bisa memaksa karena izin ada pada orang tua. Padahal, anak sekolah adalah kelompok yang paling berisiko tinggi terkena DBD,” ungkap dr Waode.

Ia menambahkan bahwa jika dulu DBD hanya bisa dicegah secara lingkungan, kini teknologi medis telah menyediakan vaksin. Pihaknya berharap para orang tua mulai lebih terbuka dan melek terhadap isu kesehatan ini, demi melindungi anak mereka.

“Kalau dulu kan DBD belum ada vaksinnya, sekarang kan sudah ada. Kita lihat pola penyakit DPB mungkin menurun karena sudah ada vaksinnya. Makanya kita adakan vaksin gratis untuk anak sekolah,” tambahnya.

Selain upaya medis, dr Waode mengimbau masyarakat untuk kembali disiplin menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan olahraga cukup, makan bergizi, mengelola stres, dan tidak merokok serta mendorong orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai vaksinasi DBD.

Melalui promosi kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas dan klinik, Dinkes Kukar berharap mata rantai penularan DBD dapat terputuskan.

“Masyarakat sebenarnya sudah paham soal 5M, tinggal bagaimana penerapannya. Rajin-rajinlah membersihkan genangan air, tempat sampah, dan bekas ban yang berisiko menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” tegasnya.

Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.