TENGGARONG – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat sektor peternakan pada tahun anggaran 2026, dengan meluncurkan program pengadaan ayam petelur. Program ini dirancang dengan konsep skala rumah tangga, namun dikelola secara berkelompok untuk memperkuat kemandirian pangan desa.
Sekretaris Distanak Kukar, Muhammad Rifani, mengungkapkan bahwa fokus utama tahun ini adalah penyaluran paket bantuan yang tidak hanya berupa bibit ayam, tetapi juga sarana pendukung lengkap.
“Tahun 2026 ini kita fokus dengan pengadaan ayam petelur. Satu paket dengan kandangnya, jadi kandang ini kandang portable, sekalian rumah tangga nanti,” ungkap Rifani.
Dengan mengalokasikan estimasi anggaran sekitar Rp8 Miliar untuk pengadaan total 37 unit paket ayam petelur. Bantuan ini akan disebar di delapan kecamatan prioritas. Masing-masing di Kecamatan Loa Janan, Loa Kulu, Kota Bangun, Kota Bangun Darat, Sebulu, Muara Wis, Muara Muntai dan Muara Kaman.
Rifani menjelaskan bahwa pemilihan delapan kecamatan ini, didasarkan pada skala prioritas dan keterbatasan anggaran. “Kita pilih lokasi-lokasi yang memang basic-nya peternak dan kelompoknya sudah pernah mendapatkan pelatihan-pelatihan sebelumnya,” tambahnya.
Setiap paket bantuan mencakup unit kandang portable, bibit ayam, hingga pakan selama 22 minggu atau sampai ayam mulai bertelur. Dalam satu kelompok yang terdiri dari 10-15 orang yang ditetapkan dalam satu lahan.
Persyaratan utamanya yakni adanya ketersediaan lahan yang jelas dengan ukuran minimal 8 x 15 meter per unit. Kandang yang diberikan nantinya bersifat portable sehingga memudah dipindahkan, namun kandang tersebut tidak dapat dipindahkan sebelum ayam menghasilkan telur.
Selain untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi peternak, program ini sebagi bentuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan adanya produksi telur di tingkat desa, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.
“Tujuannya peningkatan kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan gizi mereka. Paling tidak mereka bisa memenuhi kebutuhan di kelompoknya saja itu sudah luar biasa, supaya tidak tergantung dengan luar,” tegas Rifani.
Distanak Kukar berkomitmen untuk melakukan pendampingan terus menerus dalam analisa usaha dan perkembangan. Setiap kelompok akan dipantau secara berkala. “Jadi tidak kita lepas, kita dampingi sampai mereka menghasilkan,” tutupnya.
Penulis: Shavira Ramadhanita



