Bazar Ramadan Tangga Arung Square Meleset dari Kebijakan, Berawal Khusus Kuliner, Hingga Meleset Ke Lapak Aksesoris dan Mainan Anak-anak

TENGGARONG – Menjelang Ramadan tiba, para pedagang bazar Ramadan di Halaman Tangga Arung Square mulai mengisi lapak mereka. Namun, adanya ketidakpastian dan keluhan dari para pedagang terkait kebijakan serta biaya sewa lapak.

Berdasarkan rencana awal, bahwa untuk bazar Ramadan dikhususkan untuk pedagang kuliner saja. Namun di fakta di lapangannya terdapat pedagang aksesoris dan permainan anak-anak. Ketidaksesuaian ini memicu pertanyaan mengenai konsistensi penyelenggaran tersebut.

Tak hanya itu, untuk penetapan harga awalnya sesuai dengan ukuran sama letaknya saja bukan berdasarkan jenis jual. Hal ini memicu kebingungan karena di lapangan, harga justru menjadi bervariasi tergantung jenis dagangan dan posisi lapak.

Ungkap salah satu pedagang bazar Ramadan, persoalan biaya sewa sempat memicu konflik. “Terkait soal sewa ini sempat bermasalah, diawalnya harganya lumayan Rp2 jutaan, karena banyak yang protes kan jadi turun Rp1,4 juta hingga Rp1,6 juta,” ungkapnya.

Saat ini, harga sewa dipatok bervariasi, meskipun sudah turun, harga tetap tidak sama. Untuk pedagang kuliner yang menjual makanan harga satu tenda dipatok Rp1,6 juta dengan lapak dapat dibagi dua.

Sementara itu, untuk pedagang aksesoris dan mainan sekitar Rp1,4 juta, untuk lapak dapat dibagi dua. Harga tersebut yang dikenakan tersebut sudah termasuk keamanan dan kebersihan.

Tak hanya itu, masalah teknis juga menjadi keluhan utama. Banyak pedagang yang salah paham mengenai ukuran lapak. “Banyak orang kemarin bingung juga, Pikirannya ini kan dapatnya satu tenda, tapi kebanyakan orang ambilnya setengahnya. Ukuran tenda ini kan hasilnya 4×4, cuma dibagi dua.” ujar salah satu pedagang bazar Ramadan.

Persoalan fasilitas seperti lampu dan listrik pun masih menggantung. “Cuma kalau listrik dan lampu kita masih belum tahu, karena kita tidak sampai malam. Soalnya diprotes sama orang yang jualan di atas,” pungkas pedagang tersebut.

Tekait kebijakan jam operasional hingga saat ini para pedagang untuk lapak bazar Ramadan masih menunggu kepastian. Nantinya mereka akan buka dari siang sampai jam 18.00 atau sampai jam 20.00.

Pun saat ini para pedagang masih menunggu keputusan final dari pihak pengelola terkait fasilitas listrik dan kepastian jam operasional. Agar mereka bisa mulai berjualan dengan tenang saat Ramadan nantinya.

Penulis: Shavira Ramadhanita

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.