TENGGARONG – Upaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Kutai Kartanegara terus dimatangkan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kutai Kartanegara. Memasuki tahun 2026, lembaga ini menyiapkan strategi besar melalui penguatan sosialisasi hingga penerapan inovasi layanan digital berbasis barcode.
Langkah tersebut dinilai krusial mengingat luasnya wilayah Kukar yang mencakup 20 kecamatan dengan potensi pekerja produktif mencapai sekitar 400 ribu orang. Tantangan utama yang masih dihadapi adalah pemerataan informasi dan kemudahan akses layanan bagi seluruh lapisan pekerja.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kukar, Eka Suryadi, menegaskan bahwa peningkatan literasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama pencapaian target tersebut.
“Kami akan melakukan sosialisasi masif mulai dari kecamatan, desa, dan monev dan FGD kepada OPD-OPD terkait,” jelas Eka.
Tak hanya mengandalkan pendekatan tatap muka, BPJS Ketenagakerjaan Kukar juga tengah menyiapkan terobosan layanan berbasis teknologi. Melalui sistem barcode yang akan ditempatkan di ruang publik, peserta maupun calon peserta nantinya dapat mengecek status kepesertaan secara mandiri hanya dengan menggunakan ponsel.
“Hanya modal handphone dia scan barcode akhirnya bisa mengecek apakah statusnya aktif, terdaftar atau tidak terdaftar pada program pekerja rentan, itu wacana yang akan kami lakukan pada 2026,” lanjutnya.
Inovasi ini diharapkan mampu memangkas antrean layanan konvensional sekaligus menjawab kendala jarak, terutama bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan. Dengan akses informasi yang lebih cepat dan mudah, BPJS Ketenagakerjaan Kukar optimistis tingkat kepesertaan akan terus meningkat.
“Walau sekarang sudah ada JKN mobile, tapi melalui cara ini, kami akan lebih permudah dengan penyediaan barcode itu,” pungkasnya.
Melalui kombinasi sosialisasi masif dan digitalisasi layanan, BPJS Ketenagakerjaan Kukar menargetkan peningkatan pemahaman masyarakat akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan serta perlindungan yang lebih merata pada tahun 2026. (RK)



