TENGGARONG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutqi Kartanegara (Kukar) kembali memulai Operasi Pasar Murah di awal tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di area Gedung B Kantor Disperindag Kukar, pada Jumat (6/2/2026).
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayyid Fathullah, menyatakan bahwa program ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam meringankan beban masyarakat. Khususnya warga di sekitar area kantor dinas untuk tahap awal.
”Ya, yang pasti kan ini kami sangat senang bisa membantu meringankan pemerintah terutama daerah sekitar. Sementara ini masih di sini dulu, di daerah Timbau dan Melayu,” ungkap Sayyid Fathullah.
Meskipun saat ini baru menjangkau wilayah Tenggarong, Disperindag telah merencanakan perluasan jangkauan ke 20 kecamatan secara bertahap. Fokus utama dalam waktu dekat adalah wilayah hulu, yang saat ini tengah menghadapi musibah alam.
”Kita belum lagi merencanakan untuk di 20 kecamatan, mungkin dalam waktu dekat nanti yang paling utama nanti daerah hulu, Tabang, Kenohan, Kembang Janggut. Itu mungkin dalam minggu depan kita sudah melaksanakan operasi pasar. Karena kami dengar di situ terdampak masalah banjir, jadi itu yang kita utamakan dulu,” jelasnya.
Keunggulan dari operasi pasar murah ini adalah harga jual yang jauh di bawah harga pasar. Hal ini karena Disperindag mengintervensi biaya logistik, agar harga barang tetap stabil sesuai harga asal.
”Harga yang kita jual ini harga distributor, harga di Samarinda sana, dan kita subsidi oleh Disperindag melalui anggaran Disperindag oleh ongkos angkutnya. Jadi pasti beda dengan harga di pasaran, lebih murah,” tambah Sayyid.
Adapun barang-barang yang disediakan merupakan komoditas penyumbang inflasi dominan yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti, beras, gula, minyak goreng dan tepung.
Terkait ketersediaan barang, Sayyid menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak distributor berjalan sangat baik. Meski stok fisik berada di gudang distributor, pasokan dipastikan tidak akan terputus selama kegiatan berlangsung.
”Kalau stok itu, itu yang punya distributor ya. Kita tidak ada akses untuk menge-stop mereka. Tapi yang pasti, setiap kami minta, ada terus. Jadi aman,” tutupnya.
Penulis : Shavira Ramadhanita



