TENGGARONG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya, untuk hanya memberangkatkan atlet asli daerah dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Langkah ini diambil sebagai bentuk konsistensi, dalam pembinaan prestasi putra-putri daerah.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memfasilitasi maupun mendaftarkan atlet yang tidak memiliki domisili atau KTP Kukar. Ini menjawab isu mengenai adanya beberapa cabang olahraga (cabor) yang berencana mengambil atlet dari luar daerah, karena keterbatasan fasilitas latihan di Kukar.
“Kami memiliki komitmen yang sudah dibangun sejak pimpinan terdahulu bahwa kita tetap mengusung atlet-atlet dari Kukar. Hari ini kami seleksi, kalau bukan atlet yang berdomisili atau ber-KTP Kukar, tidak akan kita fasilitasi dan tidak akan kita daftarkan,” ungkap Aji Ali Husni.
Tidak hanya itu, mengenai cabor bowling yang dikabarkan akan mengambil atlet luar akibat minimnya fasilitas latihan, Aji memberikan klarifikasi. Menurutnya, bowling saat ini tidak termasuk dalam daftar cabor yang dimasukkan dalam struktur KONI Kukar.
Meski demikian, pihaknya terus berupaya melengkapi kebutuhan cabor lain, dengan mengaktifkan kembali kepengurusan yang vakum. Ini dilakukan guna memulai kembali konsep pembinaan prestasi dan pencarian bibit atlet, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana.
“Kita jamin dari Kukar semua, pembiayaan pun harus dari Kukar. Kecuali untuk posisi pelatih, kita mungkin merekrut dari luar, jika memang memiliki standar yang kita butuhkan untuk meningkatkan kualitas atlet kita,” tambahnya.
Sejauh ini, Dispora Kukar telah memetakan sekitar 56 cabang olahraga yang siap bertanding di Porprov. Hanya saja beberapa cabor laut seperti layar yang kemungkinan besar tidak diikuti, karena keterbatasan sumber daya manusia.
Sebagai langkah antisipasi, Dispora telah melakukan penjajakan akomodasi di Kabupaten Paser selaku tuan rumah. Langkah ini diambil lebih awal, agar kontingen Kukar mendapatkan fasilitas penginapan yang layak sebelum bersaing dengan kabupaten lain.
”Kami sudah koordinasi dengan KONI dan dalam minggu ini akan berkoordinasi langsung dengan tiap cabor terkait kebutuhan sarana prasarana. Kami juga sedang berkomunikasi dengan pihak BPKAD mengenai usulan penambahan anggaran, khususnya untuk Training Center (TC) agar atlet bisa lebih fokus dalam persiapan,” tutup Aji Ali Husni.
Penulis : Shavira Ramadhanita



