Penanganan Stunting di Kukar Terus Alami Tren Positif, Kini Sentuh Angka 12 Persen

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmenya, terhadap penanganan stunting. Salah satunya dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Pondopo Odah Etam, pada Kamis (11/12/2025).

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengumumkan capaian penurunan angka stunting menjadi 12 persen dari sebelumnya 14 persen. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para kinerja di lapangan terutama Posyandu yang menjadi salah satu faktir keberhasilan.

“Utamanya ibu-ibu camat, ibu-ibu kepala desa, dan para kader Posyandu, yang berperan sangat luar biasa,” ungkap Aulia Rahman Basri.

​Meskipun menghadapi tantangan penurunan anggaran, Bupati Aulia memastikan aktivitas Posyandu akan tetap dipertahankan. Ia juga mengumumkan salah satu program unggulan Kukar Idaman selanjutnya.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lansia dan balita, akan segera dilaksanakan. Peran kader Posyandu pun menjadi garda terdepan dalam mengawal pendistribusian program ini hingga ke tingkat RT,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat ke Kemendagri untuk mempertanyakan hasil apresiasi penanganan stunting nasional. Hal ini dilakukan karena Kukar, yang secara statistik memiliki kinerja kuat dan telah dinobatkan sebagai daerah penanganan stunting terbaik, oleh Provinsi Kalimantan Timur.

“Ini bukan semata-mata ingin dipuji, akan tetapi kami memperjuangkan seluruh jerih payah, seluruh effort, yang sudah dilakukan oleh tim di semua tingkatan, mulai dari Posyandu hingga tingkat kabupaten,” tegasnya.

Melihat tren positif yang ada, Kukar menargetkan penurunan stunting lebih turun lagi. “Kalau tahun lalu bisa turun dari 14 persen ke 12 persen, mudah-mudahan di tahun 2026 kita bisa menurunkan ini di angka 10 persen, bahkan kita bisa berada di angka single digit,” ujarnya.

​Untuk mencapai target tersebut, Bupati menginstruksikan agar data stunting dapat di break down perdesa guna mengatasi disparitas yang terjadi. “Ditemukan adanya desa yang angka stuntingnya masih tinggi di atas 30 persen, sementara desa lain sudah jauh di bawah 10 persen, ” tambahnya.

​Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program MBG, pemerintah daerah akan mengarahkan bantuan peternakan. Serta fokus pada komoditas sayuran dan beras premium yang dibutuhkan.

Selain itu, Tim Penggerak PKK Kecamatan didorong untuk membentuk Dapur MBG di wilayah masing-masing. Sehingga roda ekonomi berjalan dengan pemenuhan gizi anak-anak Kukar, untuk menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Kukar.

“Stunting ini adalah iceberg phenomenon, yang nampak di permukaan hanya angka statistik, padahal efek sosial kemasyarakatannya sangat luar biasa. Ini adalah kerja bersama, dan kita berada di track yang tepat,” tutup Aulia.

Penulis : Shavira Ramadhanita

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.