TENGGARONG – Program Beasiswa Kukar Idaman terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong lahirnya generasi terdidik di Kutai Kartanegara (Kukar). Sejak bergulir pada 2022, program ini tak hanya menjaga akses pendidikan bagi pelajar, mahasiswa, dan santri, tetapi juga telah melampaui target yang ditetapkan dalam dokumen perencanaan daerah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza, mengungkapkan bahwa hingga tahun 2025, jumlah penerima beasiswa telah mencapai 12.541 orang. Angka tersebut dihimpun dari berbagai skema beasiswa, mulai Beasiswa Stimulan hingga Beasiswa Kerjasama Tematik dengan sejumlah perguruan tinggi.
“Kalau yang tahun ini 4.015 itu dalam 1 kali pembukaan, itu yang memang paling banyak sepanjang sejarah, tahun kemarin 5.206 dalam dua kali pembukaan, sampai dengan tahun ini total 12.541 penerima,” jelas Dendi.
Dendi menjelaskan, tren penerima beasiswa dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pada 2022, Pemkab Kukar menyalurkan beasiswa kepada 1.177 penerima di berbagai jenjang. Setahun berikutnya, jumlah tersebut meningkat menjadi 2.143 orang.
Lonjakan signifikan terjadi pada 2024, di mana terdapat 5.206 penerima yang terbagi dalam dua tahap—2.938 orang di tahap pertama dan 2.268 orang di tahap kedua. Puncaknya pada 2025, sebanyak 4.015 orang menerima Beasiswa Kukar Idaman hanya dalam satu kali pembukaan.
“Dengan pencapaian ini menegaskan pemkab serius mengembangkan SDM, dilihat dari grafik pertahun yang terus naik,” tambahnya.
Melebihi Dua Kali Target RPJMD
Jika dibandingkan dengan target yang tertuang dalam RPJMD 2021–2026, capaian tersebut terbilang jauh melampaui rencana awal. Dalam dokumen perencanaan, Beasiswa Kukar Idaman ditargetkan menyentuh 6.100 penerima selama lima tahun, atau rata-rata 1.220 orang per tahun.
Namun, hingga 2025, realisasi penerima justru sudah menembus lebih dari dua kali lipat.
“Pencapaian dua kali lipat dari target 5 tahun 6.100 penerima, tembus di angka 12.541 penerima,” kata Dendi.
Jaga Keberlanjutan Pendidikan, Tekan Putus Sekolah
Dendi menegaskan, angka-angka tersebut pada dasarnya mencerminkan komitmen kuat Pemkab Kukar dalam menjamin keberlanjutan pendidikan bagi warganya. Program beasiswa diharapkan tidak hanya membantu biaya, tapi juga menjadi dorongan moral bagi pelajar, mahasiswa, dan santri untuk tidak menyerah di tengah jalan.
“Harapannya dengan pencapaian ini kalau memang berdasarkan data itu, sudah hampir melebihi target RPJMD Kukar 2021-2026, kemudian yang kedua dengan serius di bidang pendidikan memberikan semangat pelajar sampai mahasiswa dan santri di Kukar untuk terus melanjutkan pendidikan,” ucapnya.
Ia menambahkan, melalui Beasiswa Kukar Idaman, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi peserta didik yang terpaksa berhenti sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.
“Jangan sampai berhenti pendidikannya dan bisa menekan angka putus sekolah di Kukar,” tutup Dendi. (Adv)



