TENGGARONG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar latihan dan simulasi penanganan kebakaran, serta evakuasi penyelamatan di kawasan Kompleks Kantor Bupati Kukar, pada Selasa (9/6/2026).
Simulasi dipusatkan di Gedung B Kantor Bupati Kukar, salah satu bangunan strategis di pusat pemerintahan daerah yang memiliki karakteristik empat lantai dan ditempati sejumlah ruang penting. Termasuk ruang pimpinan serta beberapa ruang kepala bagian.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengukur kesiapsiagaan personel. Sekaligus kecepatan respons tim dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran di lingkungan pemerintahan.
“Target simulasi kami kali ini adalah pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya di Gedung B Kompleks Kantor Bupati. Gedung ini memiliki karakteristik khusus karena terdiri dari empat lantai dan terdapat ruang-ruang strategis,” ujarnya.
Dalam simulasi tersebut, tim Disdamkarmatan menghitung waktu tempuh mulai dari Markas Komando (Mako) menuju lokasi hingga proses evakuasi dan penanganan dinyatakan selesai. Hasilnya, seluruh tahapan berhasil dituntaskan dalam waktu kurang dari 10 menit.
Menurut Fida, capaian tersebut menjadi evaluasi positif bagi kesiapan personel di lapangan. Ia menilai anggota mampu bekerja dengan tenang dan memahami kondisi medan saat melakukan operasi penyelamatan.
Dalam skenario latihan, Disdamkarmatan menerapkan konsep “main kering”, yakni metode penanganan kebakaran tanpa langsung menyemprotkan air apabila sumber api belum ditemukan secara pasti. Pendekatan ini diterapkan guna menghindari kerusakan pada aset maupun dokumen penting di lingkungan pemerintahan.
Fida menjelaskan, pola tersebut menjadi bagian dari profesionalisme petugas agar tindakan yang dilakukan tetap efektif tanpa menimbulkan dampak tambahan.
“Kami tidak akan mengeluarkan air jika belum menemukan titik api. Jadi tidak asal siram atau merusak area yang sebenarnya tidak terdampak. Ini pusat pemerintahan, banyak dokumen penting yang harus tetap terlindungi,” jelasnya.
Selain mencari titik api, tim pun melakukan penyelamatan kepada subjek di lokasi kebakaran. Selain itu, menurunkan beberapa armada dan alat balon udara kuning yang dibentangkan tepat di bawah lokasi simulasi kebakaran.
Tak hanya simulasi penyelamatan, Disdamkarmatan juga melakukan pengecekan terhadap sistem proteksi kebakaran gedung, termasuk kondisi hydrant. Dari hasil pemeriksaan awal, tekanan hydrant dinilai masih dalam kondisi normal.
Meski demikian, Fida menegaskan fasilitas proteksi kebakaran gedung tetap perlu mendapatkan perhatian dan perawatan rutin agar selalu siap digunakan saat kondisi darurat terjadi.
Ia menambahkan, dalam situasi kebakaran nyata, petugas tidak dapat sepenuhnya bergantung pada kelengkapan sistem proteksi bangunan yang belum tentu berfungsi optimal. Karena itu, kesiapan sumber daya personel dan peralatan internal menjadi prioritas utama.
“Namun di akhir simulasi tetap kami cek alat-alat proteksi standar di gedung ini, dan Alhamdulillah sebagian masih berfungsi baik, meski tetap menjadi catatan evaluasi,” pungkasnya.
Penulis/Editor : Afi



