TENGGARONG – Desa Sebulu Modern semakin menunjukkan potensi ekonominya, melalui produksi gula aren. Salah satu komoditas unggulan yang menjadi andalan masyarakat setempat. Gula aren tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian desa.
Kepala Desa Sebulu Modern, Jumadin, mengungkapkan bahwa proses pembuatan gula aren melibatkan beberapa tahapan yang cukup kompleks. “Prosesnya dimulai dengan penyadapan nira dari pohon aren di pagi hari. Setelah itu, kami memasang sulingan yang terbuat dari bambu, yang kami sebut lantar, untuk menyaring tetesan nira,” ujar Jumadin.
Setelah nira disadap, para petani harus memukul-mukul batang bambu untuk mengeluarkan air aren. Proses ini memakan waktu sekitar 5-6 jam, sebelum mereka dapat memanen nira yang telah terkumpul. “Setelah panen, nira dimasak dalam kuali besar selama kurang lebih 6 jam hingga mengental dan membentuk gula,” tambahnya.
Produksi gula aren di Desa Sebulu Modern memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, masyarakat dapat menghasilkan gula aren berkualitas tinggi yang memiliki permintaan tinggi di pasar. “Gula aren ini sangat diminati karena rasanya yang khas dan alami. Kami berharap dengan meningkatkan produksi gula aren, perekonomian desa dapat tumbuh lebih pesat,” ungkap Jumadin.
Kedepan, pemerintah desa berencana untuk meningkatkan promosi produk gula aren dan menjalin kerjasama dengan pasar-pasar modern. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan petani.
Dengan langkah-langkah strategi ini, Desa Sebulu Modern berkomitmen untuk menjadikan gula aren sebagai salah satu komoditas unggulan yang tidak hanya mendukung perekonomian lokal, tetapi juga memperkenalkan produk tradisional ke pasar yang lebih luas. Gula Aren diharapkan menjadi simbol kekuatan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (ADV)
Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Muhammad Rafi’i