SAMARINDA – Peristiwa tanah longsor terjadi di Jalan Gerilya, Gang Keluarga, RT 102, Kota Samarinda, yang mengakibatkan enam orang menjadi korban. Satu di antaranya, Sutiah (50), ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam, termasuk bagi Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, yang juga berdomisili di kawasan tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa dan empatinya kepada seluruh keluarga yang terdampak.
“Saya ikut merasakan duka yang mendalam. Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini memang membuat beberapa titik di Samarinda rawan longsor,” ujar Ananda saat ditemui di Gedung DPRD Kaltim, Rabu (28/5/2025).
Politisi PDI Perjuangan itu juga mengapresiasi semangat gotong royong warga dalam proses evakuasi. Menurutnya, solidaritas masyarakat sangat membantu tim SAR dalam mengevakuasi korban.
“Alhamdulillah, dengan kerja keras warga dan tim penyelamat, jenazah korban bisa ditemukan kurang dari 24 jam. Saya harap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi cobaan ini,” ungkapnya.
Ananda menambahkan, setiap tahun pemerintah daerah mengalokasikan anggaran tak terduga yang bisa digunakan untuk penanganan bencana, termasuk bantuan bagi korban longsor.
Korban atas nama Sutiah ditemukan tertimbun di kedalaman sekitar tiga meter dari permukaan longsoran. Proses pencarian sempat terkendala tumpukan material bangunan, namun Tim Basarnas bersama warga berhasil mengevakuasinya dengan cepat.
Setelah ditemukan, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke rumah duka. Berdasarkan keterangan saksi, longsor terjadi sekitar pukul 12.08 WITA saat hujan deras masih mengguyur kawasan tersebut. (adv)
Editor: Susanto



