Piala Dunia 2026: Spanyol kembali Jadi Raja, Tanjung Verde Catatkan Sebuah Cerita

PIALA Dunia edisi 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko resmi berakhir. Spanyol memastikan diri keluar sebagai kampiun, setelah menumbangkan Argentina 1-0 dalam laga final yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat.

Gol Ferran Torres di menit ke-103 melalui sepakan keras ke gawang Emiliano Martinez, sukses mengubur mimpi Argentina menjadi juara dunia dua kali beruntun. Di sisi lain, Spanyol sukses kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah puasa kurang lebih 16 tahun.

Spanyol sendiri memiliki catatan fantastis di gelaran akbar 4 tahunan ini. Berhasil membukukan 7 kemenangan dan hanya sekali imbang melawan Tanjung Verde (0-0) dalam laga perdana Grup H. Pun memantapkan langkah mereka ke final setelah mengalahkan Prancis dengan skor 2-0.

Sementara Argentina pun mencatatkan hasil yang tak kalah mentereng. Berbekal 7 kemenangan sejak laga perdana Grup J, berlanjut hingga babak semifinal dengan menumbangkan Inggris. Tetapi hasil gemilang tersebut terhenti dan harus mengakui keunggulan La Furia Roja di babak final.

Kejutan pun berhasil ditunjukkan Norwegia dan Swiss, yang sukses melangkah hingga babak perempat final Piala Dunia 2026. Meski langkah Erling Halaand harus terhenti di tangan Inggris dengan skor 1-2. Bahkan Norwegia bisa disebut sebagai tim kuda hitam, yang sejak awal gelaran tidak diunggulkan sama sekali, walau hanya sebatas lolos grup penyisihan. Sementara Swiss harus takluk dari Argentina dengan skor 1-3.

Duo Asia Terhenti di Babak 32 Besar

Dari total 9 negara yang mewakili Asia di Piala Dunia 2026, hanya 2 tim yang sukses lolos ke babak 32 besar. Yakni Jepang dan Australia. Sementara Iran dan Korsel yang menjadi salah satu unggulan dari Benua Asia, harus puas hanya bermain di babak penyisihan.

Keduanya lolos sebagai runner-up masing-masing grup. Jepang berhasil mengumpulkan 5 poin (1 kemenangan dan 2 kali imbang). Sementara Australia lolos dengan status runner-up setelah menempati posisi kedua Grup D dengan perolehan 4 poin (1 kemenangan, 1 kali imbang, dan 1 kekalahan).

Kejutan itu Bernama Tanjung Verde

Tanjung Verde sukses menjadi debutan yang sulit dikalahkan pada Piala Dunia edisi kali ini. Melihat sepak terjang tim berjuluk Blue Sharks ini, mampu menjadi batu sandungan bagi kedua finalis. Tanjung Verde menjadi satu-satunya tim yang tidak mampu dikalahkan Spanyol sepanjang turnamen. Argentina pun harus bekerja keras sebelum akhirnya menyingkirkan mereka di babak 32 besar.

Dalam laga pembuka, Tanjung Verde membuat kejutan dengan menahan imbang Spanyol 0-0 pada laga perdana sekaligus laga debut mereka di Piala Dunia. Bahkan tidak merasakan kekalahan di babak penyisihan saat bersua Uruguay dan Arab Saudi, hingga menyandang status runner-up.

Tak hanya itu, di babak 32 besar, Tanjung Verde memaksa Argentina bermain imbang 2-2 hingga waktu normal berakhir. Namun mereka akhirnya tersingkir 2-3 akibat gol bunuh diri pada menit ke-111. Berkat penampilan apik kiper veteran milik Tanjung Verde Vozinha (40) dengan melakukan sejumlah penyelamatan krusial hingga membuat barisan penyerang Argentina frustrasi.

Spanyol Bawa 3 Penghargaan Individu

Tak hanya membawa pulang trofi Piala Dunia, Spanyol sukses menempatkan 3 punggawanya meraih penghargaan individu. Gelandang berpengalaman Rodri sukses menjadi pemain terbaik Piala Dunia 2026. Disusul Kiper Terbaik (Golden Glove) yang diraih Unai Simón setelah mencatatkan 7 kali clean sheet dan hanya kebobolan 1 gol sepanjang turnamen.

Untuk Pemain Muda Terbaik (Young Player Award) diraih Pau Cubarsí. Bek berusia 19 tahun ini tampil kokoh di jantung pertahanan Spanyol. Menjadi salah satu kunci sukses Spanyol meraih kemenangan di laga final.

Sementara itu, Kylian Mbappé sukses menjadi Pencetak Gol Terbanyak (Golden Boot). Pemain 27 tahun asal Real Madrid tersebut berhasil melesakkan total 10 gol dari 8 pertandingan.

Banyak kejutan yang terjadi selama gelaran Piala Dunia 2026 edisi kali ini. Dari Inggris yang kembali menjadi semi finalis, Lionel Messi yang diprediksi kembali membawa trofi Piala Dunia. Hingga kejutan Timnas Tanjung Verde, negara debutan kecil di lepas pantai Afrika Barat yang sukses mencengangkan dunia. Negara yang memiliki populasi hanya berkisar 520 ribu jiwa, membuat Tanjung Verde sebagai negara dengan jumlah penduduk paling sedikit kedua yang pernah lolos ke Piala Dunia, sebelumnya Curaçao juga lolos di edisi yang sama.

Keberhasilan mereka menembus fase gugur membuktikan bahwa keterbatasan ukuran geografis bukanlah penghalang untuk unjuk gigi di panggung tertinggi dunia. Bahwa mimpi Piala Dunia tidak hanya milik negara-negara besar, namun juga lahir dari negara kecil yang memiliki mimpi yang besar.

Penulis / Editor : Afi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.