TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan program perlengkapan sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, tetap berlanjut pada tahun ajaran 2026/2027. Penyaluran bantuan dilakukan melalui masing-masing sekolah setelah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai.
Langkah ini dilakukan agar pemerintah dapat menyesuaikan jumlah bantuan, dengan data siswa serta kebutuhan perlengkapan sekolah.
Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, mengatakan anggaran program tersebut telah disiapkan. Data kebutuhan mulai dari ukuran pakaian, sepatu, topi hingga perlengkapan lainnya dikumpulkan sekolah setelah seluruh proses penerimaan murid baru rampung.
“Anggaran sudah kita siapkan terkait itu, sehingga di sekolah itu berlaku dua mekanisme,” kata Aulia, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, selama bantuan belum diterima, siswa tetap diperbolehkan menggunakan pakaian biasa maupun seragam dari sekolah sebelumnya.
Selain itu, orang tua juga dapat membeli perlengkapan sekolah terlebih dahulu secara mandiri. Biaya pembelian tersebut nantinya dapat diajukan untuk penggantian atau reimbursement melalui pihak sekolah sesuai mekanisme dan kelengkapan administrasi yang ditetapkan.
“Jadi kalau belum ada, bisa memakai pakaian biasa atau seragam sebelumnya. Kemudian kalau orang tua sudah membeli, nanti bisa dilakukan reimbursement,” jelasnya.
Aulia menegaskan, anggaran program tersebut tidak disalurkan secara terpusat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar. Dana dialokasikan langsung ke masing-masing sekolah melalui mekanisme Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dengan mengacu pada data peserta didik dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Dengan skema tersebut, setiap siswa memiliki alokasi anggaran sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Selanjutnya, sekolah menyesuaikan proses pengadaan maupun penggantian biaya berdasarkan jumlah siswa yang terdata.
Pemkab Kukar menargetkan seluruh proses penyaluran dapat segera diselesaikan. Evaluasi juga dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan tidak menghambat aktivitas belajar siswa.
Aulia berharap proses tersebut dapat rampung sebelum akhir Juli 2026. Dengan begitu, siswa tidak terkendala mengikuti kegiatan belajar mengajar hanya karena belum menerima perlengkapan sekolah.
Ia pun mengimbau orang tua untuk berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah apabila masih menunggu realisasi program tersebut.
“Kami tetap mengimbau bahwa program ini masih ada. Silakan berkomunikasi dengan pihak sekolah terkait program perlengkapan sekolah gratis untuk anak SD dan SMP ini,” pungkasnya.
Editor : Afi



