TENGGARONG – Pencarian terhadap Hasriarto (37), nelayan asal Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, di Perairan Muara Berau, terus dilakukan Tim SAR Gabungan. Dihari ketiga pencarian, operasi SAR memperluas area pencarian hingga 119 nautical mile persegi (NM²).
Proses pencarian pun dibagi menjadi 3 area operasi, guna memaksimalkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Pencarian melibatkan sejumlah armada, di antaranya Rigid Inflatable Boat (RIB), speed boat milik TNI AL dan Polairud, serta dukungan peralatan SAR air, selam, komunikasi, dan medis.
Koordinator Pos SAR Kutai Timur, Dwi Adi Wibowo, mengatakan seluruh sektor telah disisir hingga sore hari. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Pencarian hari ketiga ini belum menemukan korban. Operasi akan dilanjutkan pada hari berikutnya sesuai rencana operasi H+4,” ujarnya.
Dwi menjelaskan, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala. Kondisi arus laut yang cukup kuat dan angin kencang, memengaruhi pergerakan armada serta proses penyisiran di area operasi. Meski demikian, seluruh unsur SAR tetap berupaya maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.
“Dalam pelaksanaan pencarian hari ketiga ini, tim menghadapi kendala berupa arus laut yang cukup kuat disertai angin kencang, sehingga mempengaruhi pergerakan armada dan proses penyisiran di area pencarian,” jelasnya.
Diketahui, Hasriarto dilaporkan hilang setelah berangkat memancing seorang diri pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 16.30 Wita silam. Sejak laporan diterima, operasi pencarian terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Operasi tersebut melibatkan Rescue Pos SAR Kutai Timur, TNI AL Muara Badak, Polairud Polda Kaltim, BPBD Kukar, Potensi SAR Muara Badak, serta pihak keluarga korban.
Tim SAR Gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada Senin (20/7/2026), dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan kondisi perairan di lokasi kejadian.
Editor: Afi



