TENGGARONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar mencatatkan diri sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan porsi anggaran belanja tetap terbesar di lingkungan Pemkab Kukar. Hal ini dipicu oleh besarnya jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di bawah instansi tersebut.
Kepala Dinas Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan bahwa alokasi anggaran untuk sektor pendidikan dasar tersebut mengambil porsi yang cukup signifikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Dari APBD kita itu 23 persen, tetapi yang paling besar di dinas pendidikan itu adalah belanja tetap, yaitu gaji dan TPP yang jumlahnya hampir mencapai Rp890 miliar sekian,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa besarnya angka tersebut berbanding lurus dengan jumlah pegawai yang harus dinaungi oleh pihak dinas. “Jadi belanja di dinas pendidikan itu yang paling besar adalah belanja, gaji, dan TPP karena jumlah ASN-nya di dinas pendidikan itu kurang lebih itu 12 ribu,” jelasnya.
Kondisi ini menempatkan sektor pendidikan, khususnya para tenaga pendidik, sebagai klaster pegawai paling masif di Kukar. Berdasarkan struktur kepegawaian saat ini, tidak bisa dimungkiri bahwa komponen guru menjadi penggerak utama besarnya serapan anggaran tersebut.
“Jadi yang paling dominan di antara OPD yang ada di Kukar ini di dinas pendidikan adalah guru,” tambahnya.
Dengan serapan belanja tetap yang hampir menyentuh angka satu triliun rupiah tersebut, Disdikbud Kukar kini terus fokus memastikan hak-hak kesejahteraan para guru dan tenaga kependidikan dapat tersalurkan dengan baik. Agar menunjang kualitas pendidikan di Kukar.
Penulis: Shavira Ramadhanita
Editor: Afi



