JAKARTA – Aktivitas gempa bumi masih terus terjadi di wilayah Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, setelah guncangan utama terjadi pada Senin (8/6/2026) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 15 kali gempa susulan mengguncang kawasan tersebut dalam rentang waktu semalam.
Berdasarkan pemantauan BMKG, rangkaian gempa susulan memiliki kekuatan bervariasi, mulai magnitudo 3,8 hingga 4,9. Informasi yang disampaikan melalui akun resmi BMKG menyebut aktivitas seismik itu berlangsung sejak Senin (8/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Gempa terbaru tercatat berkekuatan magnitudo 4,1 dengan pusat gempa berada pada koordinat 5,45 Lintang Utara dan 125,40 Bujur Timur, serta kedalaman 10 kilometer.
Meski guncangan masih terjadi secara berulang, BMKG memastikan seluruh aktivitas gempa tersebut tidak memicu potensi tsunami. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memantau informasi resmi terkait perkembangan kondisi kegempaan di wilayah tersebut.
BMKG menjelaskan, data awal gempa yang dirilis bersifat sementara karena mengutamakan kecepatan penyampaian informasi. Oleh sebab itu, parameter gempa masih memungkinkan mengalami perubahan seiring pembaruan hasil analisis.
Sebelumnya, wilayah Kepulauan Sangihe diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,3 pada Senin malam sekitar pukul 21.53 WIB. Gempa itu berlokasi di koordinat 5,65 Lintang Utara dan 124,80 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 239 kilometer dari Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Hingga kini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat rentetan gempa tersebut.
Otoritas kebencanaan dan BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas seismik di kawasan Sulawesi Utara guna mengantisipasi perkembangan lanjutan. (KN/RK)



