TENGGARONG – Rencana pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Idris di Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), hingga kini belum dapat terealisasi. Minimnya tenaga medis menjadi kendala utama yang masih dihadapi pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara masih bergelut dengan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan. Kondisi ini berdampak langsung pada belum difungsikannya RSUD Aji Muhammad Idris yang berada di Kecamatan Muara Badak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kukar, Arianto, mengungkapkan kebutuhan tenaga medis untuk mengoperasikan rumah sakit tersebut cukup besar, yakni sekitar 300 orang yang terdiri dari berbagai profesi kesehatan.
Menurutnya, upaya pemenuhan SDM sebenarnya telah dilakukan dengan mengoptimalkan tenaga yang tersedia saat ini. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan pemetaan serta redistribusi tenaga medis dari sejumlah fasilitas layanan kesehatan lain.
Namun demikian, strategi tersebut belum memberikan hasil signifikan. Pasalnya, hampir seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kukar juga mengalami kekurangan tenaga kesehatan.
Arianto menjelaskan, meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan turut memperberat kondisi tersebut. Puskesmas yang kini beroperasi selama 24 jam membutuhkan tambahan tenaga dokter, perawat, hingga bidan agar pelayanan tetap optimal.
Di sisi lain, keterbatasan jumlah tenaga kesehatan di berbagai fasilitas membuat opsi pergeseran pegawai menjadi tidak efektif. Kondisi ini menyebabkan rencana operasional RSUD Muara Badak belum bisa dijalankan dalam waktu dekat.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Kukar telah mengajukan kebutuhan tenaga medis ke pemerintah pusat. Koordinasi dilakukan dengan Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk membuka peluang rekrutmen pegawai, baik melalui jalur CPNS maupun PPPK.
Meski demikian, proses tersebut tidak dapat dilakukan secara cepat karena harus melalui mekanisme dan persetujuan pemerintah pusat, serta menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Arianto menegaskan, penambahan tenaga medis menjadi syarat utama agar RSUD Muara Badak dapat segera difungsikan. Tanpa dukungan SDM yang memadai, operasional rumah sakit tersebut masih akan tertunda.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait izin rekrutmen, sebagai upaya memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Kukar. (RK)



