TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah cepat, dalam menyikapi dinamika ketenagakerjaan di Kukar. Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan tempat pengaduan khusus guna memastikan hak-hak tenaga kerja tetap terlindungi.
Upaya ini dilakukan agar jika terjadi pengurangan tenaga kerja di perusahaan, maka pekerja lokal menjadi alternatif terakhir yang terdampak. Pemerintah daerah tidak menginginkan adanya lonjakan angka pengangguran terbuka maupun angka kemiskinan di Kukar akibat kurangnya antisipasi.
Ia menegaskan bahwa perusahaan diharapkan tidak hanya melakukan pengurangan secara sepihak, tetapi juga memberikan pembekalan kepada karyawan yang terdampak. Hal ini bertujuan agar para pekerja memiliki kesiapan mental dan keahlian, untuk beralih ke sektor pekerjaan lain.
”Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan secara ketat, karena jika pengurangan karyawan terjadi dan mereka tidak siap untuk beralih ke pekerjaan lain, hal ini berpotensi menambah angka kemiskinan,” ungkap dr Aulia.
Hingga saat ini, kondisi ketenagakerjaan di sektor industri masih terus dipantau. Kabar baiknya, perusahaan tambang di wilayah Kukar juga tengah berupaya memformulasikan langkah-langkah strategis agar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak terjadi secara masif.
”Langkah antisipasi ini menjadi prioritas pemerintah daerah guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah tantangan industri,” tambahnya.
Dengan adanya pos pengaduan dan koordinasi intensif dengan pihak perusahaan, diharapkan iklim ketenagakerjaan di Kukar tetap kondusif dan kesejahteraan pekerja lokal tetap terjamin.
Selain melakukan pemantauan internal, Pemkab Kukar juga membuka ruang bagi masukan dari masyarakat serta media massa. Bupati menekankan bahwa informasi dari lapangan sangat penting, sebagai bahan evaluasi kebijakan.
”Pemerintah juga membuka ruang bagi masukan dari masyarakat dan media. Setiap informasi yang didapat di lapangan diharapkan dapat disampaikan, karena pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik maupun diskusi,” tutup dr Aulia.
Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi



