Awalnya Sepi, Kini Warung Makan Mbak Poni Meningkat 4 Kali Lipat di Tangga Arung Square

TENGGARONG – Setelah diresmikannya Tangga Arung Square, para pedagang kini telah mulai berjualan, khususnya lantai 2 yang merupakan wadah berbagai kuliner. Kehadiran pusat kuliner baru ini membawa tuah tersendiri bagi para pelaku usaha lama, yang mencari peruntungan baru. Salah satunya adalah Warung Mbak Poni.

Warung yang berlokasi di Tangga Arung Square nomor 562 ini, bukan sekadar tempat makan biasa. Yuli, selaku pemilik usaha Warung Mbak Poni, mengungkapkan bahwa warung tersebut sebagai warisan turun-temurun.

Usahanya memiliki sejarah panjang, pertama kali berdiri tahun 1990-an dan sudah menempati di Pasar Tangga Arung yang lama. Perjalanan usaha tersebut penuh dengan perjuangan. Setelah ibu meninggal dunia, usaha ini dilanjutkan oleh kakak iparnya.

Yang sebelum menetap di lokasi lama dan sempat pindah ke Pasar Eks Lapangan Pemuda sekitar kurang lebih 2 tahun di tahun 2024. Sambil menunggu pasar Tangga Arung Square yang baru dibangun. Namun, selama di lokasi tersebut, Yuli mengaku bahwa pendapatan yang dihasilkan kurang mencukupi.

Keputusanya untuk pindah ke Tangga Arung Square membawa keberuntungan. Semenjak Tangga Arung Square buka, Warung Mbak Poni langsung buka waktu peresmian Tangga Arung Square. Hasilnya pun sangat signifikan bagi ekonomi Yuli.

“Alhamdulillah pendapatan yang dihasilkan lumayan jauh berbeda dengan yang sebelumnya, kurang lebih 3-4 kali lipat dari pada di lapangan Pemuda sebelumnya,” ungkap Yuli.

Menu yang ditawarkan tetap konsisten dengan menu resep turun-temurun dari orang tua nya. Mulai dari menjual makanan berat seperti nasi lalapan, bakso, nasi sop hingga nasi campur.

Ia juga mengungkapkan terkait tingkat kunjungan di Tangga Arung Square saat ini, bahwa situasi di lapangan cukup lumayan. “Alhamdulillah lumayan tidak tiap hari, tapi ada saja. Kalau untuk saya biasanya mendekati jam makan siang, ya tidak tentu, biasanya weekend ramai pengunjung” lanjutnya.

Menghadapi bulan suci Ramadan yang akan datang, Yuli masih menunggu kepastian regulasi dari pihak pengelola untuk sistem seperti kuliner rumah makanan di Tangga Arung Square ini.

“Harapannya tetap buka tapi tutup kain saja, tapi kalau kebijakannya pagi harus tutup bukanya sore, ya mau tidak mau ikutin saja,” tutup Yuli.

Penulis: Shavira Ramadhanita

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.