TENGGARONG – Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan dan hasil karya seni, serta kebudayaan yang diciptakan oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kukar. Keterlibatan aktif siswa ini terbukti dalam berbagai kegiatan besar daerah, mulai dari Pekan Kebudayaan hingga Festival Museum Tua Himbau.
Pujianto menyatakan bahwa hasil karya anak muda tersebut, menunjukkan bahwa proses kesenian dan kebudayaan telah berjalan di tingkat SMK.
”Setelah berjalan melihat hasil-hasil karya anak muda tadi, mereka terlibat dalam pertama-tama di Pekan Kebudayaan yang barusan beberapa bulan lalu kita laksanakan. Kemudian kita kembali di Festival Museum Tua Himbau,” jelas Puji Utomo.
Ia menekankan bahwa pameran tersebut bertujuan mengimbau bahwa kesenian dan kebudayaan siswa SMK telah berproses di sekolah. Meski demikian, Puji Utomo mengakui bahwa karya-karya yang dihasilkan fokus pada nilai edukasi.
“Kesenian mereka itu, kebudayaan mereka itu ada di SMK telah berproses dan terkadang mendekatkan hasil dan tidak bisa dijual,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan mengenai motif batik yang ditampilkan siswa, Disdikbud Kukar memilih untuk memberikan kebebasan penuh. Siswa didorong untuk mengeksplorasi kreativitas mereka tanpa terikat pada motif tertentu.
”Batik itu karena mereka mengedukasi pendidikan, itu terserah mereka, kreativitas mereka, dan apa yang mereka dapat dalam sekolah itu mereka bisa tempatkan dalam batik itu,” jelasnya.
Keterlibatan siswa SMK di berbagai ajang kebudayaan ini diharapkan terus memantik semangat pelestarian sekaligus inovasi budaya di Kutai Kartanegara. “Jadi kami tidak membatasi harus batik bercorak Kutai ataupun sebagainya,” tutupnya.
Penulis : Shavira Ramadhanita



