TENGGARONG – Desa Ponoragan mengambil langkah untuk mendirikan “Sekolah Lansia,” sebuah program yang dirancang khusus untuk memastikan kemandirian warga lanjut usia (lansia). Program ini muncul sebagai respons atas tingginya populasi lansia di Desa Ponoragan yang memerlukan perhatian khusus.
Kepala Desa (Kades) Ponoragan, Sarmin, mengungkapkan bahwa latar belakang utama inisiatif ini adalah jumlah lansia yang cukup banyak dan kebutuhan mereka untuk mandiri.
”Sebagai lansia ini kan juga harus ada tindak lanjut. Kita harus berpikir bagaimana supaya lansia ke depan itu pertama tidak menjadi beban dari pada keluarganya dan mereka juga memang harus bisa yang mandiri,” ungkap Sarmin.
Sekolah Lansia diadakan dengan harapan agar para pesertanya betul-betul bisa menerapkan program pemerintah. Sekaligus mendapatkan manfaat bagi diri mereka sendiri, terutama dalam hal kemandirian. Program ini juga bertujuan untuk menghilangkan ketergantungan lansia terhadap keluarganya.
Menurut Sarmin, inisiasi program ini lahir dari usulan desa untuk memastikan lansia mendapat perhatian. Prosesnya melibatkan koordinasi intensif dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yang akhirnya menghasilkan perencanaan dan pelaksanaan Sekolah Lansia.
“Dukungan dari pemerintah kabupaten, pada prinsipnya mereka juga mendukung, karena bagaimanapun juga ini kan juga suatu program pemerintah,” tambahnya.
Data menunjukkan antusiasme para lansia Desa Ponoragan, total lansia yang terdaftar dan aktif ikut kegiatan bulanan ada 100 orang. Saat ini, sekitar 87 orang telah aktif mengikuti kegiatan setiap bulan, menandakan respons positif terhadap program yang baru dijalankan.
Program Sekolah Lansia ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Memastikan mereka tetap produktif, tidak menjadi beban keluarga, dan menikmati usia senja.
Penulis : Shavira Ramadhanita



